| dc.contributor.advisor | Sukendro, Andi | |
| dc.contributor.author | Hapsari, Difla Ramadhanty Dwi | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-10T00:19:18Z | |
| dc.date.available | 2026-07-10T00:19:18Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174326 | |
| dc.description.abstract | Reklamasi lahan pascatambang dilakukan melalui revegetasi yang
didukung pemberian pupuk dan bahan organik. Penelitian ini menguji pengaruh
pupuk kandang (0, 3, 4, 5 kg) dan arang sekam (0%, 10%, 20%) menggunakan
Rancangan Acak Kelompok pada bibit kayu putih usia 4–6 bulan. Kondisi awal
kedua lahan menunjukkan pH masam (5.5 dan 6) dengan KTK masing-masing 8.52
cmol+/kg dan 23.79 cmol+/kg pada blok 1 bertekstur pasir dan blok 2 bertekstur liat.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang dan arang sekam
memperbaiki kualitas lahan, meningkatkan pH menjadi netral (7) pada kedua blok,
serta meningkatkan KTK menjadi 24.88 cmol+/kg dan 25.89 cmol+/kg. Arang
sekam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan dosis terbaik A2 (20%)
mencapai 25.9 cm. Pupuk kandang dan arang sekam tidak berpengaruh nyata
terhadap diameter batang baik secara tunggal maupun kombinasi. Secara tunggal,
keduanya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dengan dosis terbaik P3 (5
kg) dan A2 (20%) menghasilkan masing-masing 10.9 dan 11.5 cabang. Kombinasi
pupuk kandang dan arang sekam tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh
parameter pertumbuhan. Perbedaan kondisi lahan berpengaruh nyata terhadap
tinggi dan diameter tanaman, dengan pertumbuhan terbaik pada blok 2 yang
menghasilkan tinggi 25.4 cm dan diameter 0.29 cm. | |
| dc.description.abstract | Post mining land reclamation was carried out through revegetation
supported by fertilizer and organic matter application. This study examined the
effects of manure (0, 3, 4, 5 kg) and rice husk charcoal (0%, 10%, 20%) using a
randomized block design on 4–6-month-old eucalyptus seedlings. Initial soil
conditions showed acidic pH (5.5 and 6) with CEC of 8.52 and 23.79 cmol+/kg in
Block 1 (sandy) and Block 2 (clay), respectively. Both treatments improved soil
quality, raising pH to neutral (7) and increasing CEC to 24.88 and 25.89 cmol+/kg.
Rice husk charcoal significantly affected plant height, with A2 (20%) reaching 25.9
cm. Neither treatment significantly affected stem diameter. Individually, both
significantly affected branch number, with P3 (5 kg) and A2 (20%) producing 10.9
and 11.5 branches, respectively, while their combination showed no significant
effect on any growth parameter. Block 2 produced the best growth at 25.4 cm height
and 0.29 cm diameter. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Respons Pemberian Pupuk Kandang dan Arang Sekam terhadap Pertumbuhan Bibit Kayu Putih di Tanah Pascatambang Tanah Liat | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Lahan pascatambang | id |
| dc.subject.keyword | tambang tanah liat | id |
| dc.subject.keyword | pupuk kandang sapi | id |
| dc.subject.keyword | arang sekam | id |
| dc.subject.keyword | Pertumbuhan kayu putih | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |