Evaluasi Aksi Adaptasi Iklim terhadap Suhu Ekstrem di Kawasan Pesisir Jakarta Utara
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Ariij, Erlita Nayla
Perdinan
Sjaf, Sofyan
Metadata
Show full item recordAbstract
Kawasan pesisir Jakarta Utara menghadapi konvergensi tekanan termal akibat pemanasan antropogenik dan intensifikasi Urban Heat Island (UHI), namun efektivitas dan relevansi aksi adaptasi iklim yang telah diimplementasikan terhadap risiko tersebut belum dievaluasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas dan relevansi aksi adaptasi iklim terhadap risiko suhu ekstrem di kawasan pesisir Jakarta Utara serta merumuskan rekomendasi penyempurnaan berbasis dampak. Analisis tren suhu menggunakan data ERA5-Land terkoreksi bias terhadap observasi BMKG Tanjung Priok periode 1995–2025 dengan indeks ETCCDI, sedangkan evaluasi aksi menggunakan matriks Community-Based Climate Action (CBCA) dan instrumen MoNEv Permen LHK 12/2024 terhadap 14 rincian implementasi dari 8 program prioritas. Hasil menunjukkan kenaikan Tavg sebesar 0,732°C selama tiga dekade dengan asimetri pemanasan Tmin (0,909°C) yang melampaui Tmax (0,521°C), mengonfirmasi dominasi mekanisme supresi pendinginan radiatif UHI. Seluruh aksi memenuhi dimensi kebijakan dan kelembagaan (100%), namun tidak ada satu pun yang memiliki metode Monitoring, Evaluation, Accountability, Learning (MEAL) terstandar (0%), sehingga dampak termal tidak dapat dibuktikan secara empiris. Kesenjangan antara capaian administratif RTH (62,76%) dan tutupan vegetasi aktual (19,50%) mengindikasikan disonansi serius antara pelaporan dan keberfungsian ekologis di lapangan. Penelitian ini merekomendasikan transformasi sistem pelaporan menuju evaluasi berbasis dampak iklim (?LST, TX90p, UTCI), dan integrasi data adaptasi ke Sistem Registri Nasional.

