| dc.contributor.advisor | Kosmaryandi, Nandi | |
| dc.contributor.advisor | Wahyuni, Sri | |
| dc.contributor.author | Mujahid, Ikhwan Ahmad | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T06:53:56Z | |
| dc.date.available | 2026-07-09T06:53:56Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174296 | |
| dc.description.abstract | Desa Sepakat Jaya di Kalimantan Barat memiliki potensi alam dan budaya yang besar namun belum dikelola secara optimal untuk pariwisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi daya tarik wisata, menganalisis persepsi dan preferensi masyarakat, serta menyusun perencanaan Community-Based Tourism (CBT) melalui metode observasi, wawancara, survei terhadap 123 responden, FGD, dan analisis chi-square serta SWOT. Sesuai hasil penelitian, ditemukan tiga objek wisata alam utama dan 22 atraksi budaya, dengan dukungan masyarakat yang sangat tinggi (98,4% bersedia berkontribusi) serta preferensi terbesar pada wisata alam (65%). Analisis SWOT menempatkan desa pada kuadran I (strategi SO), sehingga perencanaan CBT difokuskan pada pengembangan paket wisata, pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan, serta penguatan kolaborasi infrastruktur. Implementasi dilakukan melalui rute wisata tematik di Dusun Sungai Beliung dan Dusun Engkadin yang dikelola secara partisipatif, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan secara berkelanjutan. | |
| dc.description.abstract | The village of Sepakat Jaya in West Kalimantan possesses significant natural and cultural potential, yet this has not yet been optimally managed for tourism. This study aims to identify tourist attractions, analyze community perceptions and preferences, and develop a Community-Based Tourism (CBT) plan through observation, interviews, a survey of 123 respondents, focus group discussions (FGDs), and chi-square and SWOT analyses. According to the research results, three main natural tourist sites and 22 cultural attractions were identified, with very high community support (98,4% willing to contribute) and the greatest preference for nature-based tourism (65%). The SWOT analysis placed the village in Quadrant I (SO strategy), so CBT planning focused on developing tourism packages, community and institutional empowerment, and strengthening infrastructure collaboration. Implementation is carried out through thematic tourism routes in Sungai Beliung Hamlet and Engkadin Hamlet, managed participatively, with the expectation of improving economic well-being while preserving culture and the environment in a sustainable manner. | |
| dc.description.sponsorship | Community Forest Ecosystem Services (CFES) | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Perencanaan Wisata Berbasis Masyarakat (Community-Based Tourism) di Desa Sepakat Jaya Kecamatan Nanga Tayap Kalimantan Barat | id |
| dc.title.alternative | Community-Based Tourism Planning in Sepakat Jaya Village, Nanga Tayap Subdistrict, West Kalimantan | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | community-based tourism | id |
| dc.subject.keyword | desa sepakat jaya | id |
| dc.subject.keyword | perencanaan wisata | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |