Show simple item record

dc.contributor.advisorNurrochmat, Dodik Ridho
dc.contributor.advisorKuncahyo, Budi
dc.contributor.advisorPribadi, Didit Okta
dc.contributor.advisorDjaenudin, Raden Deden
dc.contributor.authorYuniati, Dhany
dc.date.accessioned2026-07-09T06:13:49Z
dc.date.available2026-07-09T06:13:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174289
dc.description.abstractPenelitian ini berangkat dari tantangan perubahan iklim, deplesi sumber daya alam, dan peningkatan limbah yang menuntut transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih sirkular, regeneratif, dan berkelanjutan. Sektor kehutanan memiliki peran strategis karena menyediakan biomassa kayu sekaligus jasa ekosistem seperti karbon, air, biodiversitas, dan manfaat sosial-budaya. Namun, penciptaan nilai masih dominan bertumpu pada kayu, sementara jasa ekosistem belum banyak terinternalisasi dalam model bisnis. Di sisi hilir, industri furnitur kayu berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga menghadapi inefisiensi material, limbah produksi, keterbatasan teknologi, dan model bisnis linear. Gap utama penelitian ini adalah terbatasnya kajian bioekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan hutan negara dan industri furnitur kayu dalam satu kerangka hulu–hilir. Kajian yang ada masih banyak berfokus pada biomassa dan efisiensi material, sedangkan integrasi jasa ekosistem, model bisnis, strategi operasional, dan dinamika transisi industri belum banyak dikaji secara terpadu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka transisi bioekonomi sirkular pada rantai nilai kehutanan berbasis kayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus multipel pada tingkat sistem dan operasional. Lokasi penelitian mencakup sektor hulu di Perum Perhutani, khususnya Divisi Regional Jawa Tengah dan KPH Randublatung, serta sektor hilir di sentra industri furnitur UMKM Kabupaten Jepara. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, diskusi pemangku kepentingan, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan dengan memadukan pendekatan jasa ekosistem, spektrum insentif, aktor–jaringan–sistem informasi, prinsip Circular Bioeconomy Alliance, Multi Level Perspective (MLP)-SWOT, EcoCanvas, Material Flow Analysis, dan strategi bioekonomi sirkular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioekonomi sirkular kehutanan berbasis kayu tidak hanya berkaitan dengan efisiensi biomassa, tetapi juga kemampuan menghubungkan pengelolaan hutan, jasa ekosistem, aliran material, model bisnis, dan strategi operasional. Penelitian ini menghasilkan kerangka dua loop, yaitu loop nilai dan loop material. Loop nilai menekankan penerjemahan nilai jasa hutan menjadi insentif yang dikembalikan untuk memperkuat pengelolaan hutan. Loop material menekankan upaya mempertahankan nilai biomassa kayu melalui efisiensi, pemanfaatan limbah, cascading use, reuse, recycle, dan simbiosis industri. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan strategi transisi bioekonomi sirkular hulu–hilir untuk memperkuat keberlanjutan, daya saing, dan nilai tambah sektor kehutanan berbasis kayu di Indonesia.
dc.description.sponsorshipBadan Riset dan Inovasi Nasional
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSTRATEGI DAN INOVASI MODEL BISNIS BIOEKONOMI SIRKULAR PADA RANTAI NILAI KEHUTANAN BERBASIS KAYU DI INDONESIAid
dc.title.alternativeCircular Bioeconomy Business Model Strategy and Innovation in the Wood-Based Forestry Value Chain in Indonesia
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordBioekonomi Sirkularid
dc.subject.keywordJasa Ekosistemid
dc.subject.keywordModel bisnisid
dc.subject.keywordrantai nilai kehutananid
dc.subject.keywordindustri furniturid
dc.subject.keywordCircular bioeconomyid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record