Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorSasongko, Hendro
dc.contributor.authorTaufiqi, Muhammad Salam
dc.date.accessioned2026-07-09T00:15:37Z
dc.date.available2026-07-09T00:15:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174260
dc.description.abstractProvinsi Jawa Timur adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan 38 kabupaten/kota. Pemerintah Indonesia mulai menerapkan kebijakan desentralisasi fiskal, yang mulai berlaku pada tahun 2001. Masalah yang muncul adalah ketergantungan tinggi daerah terhadap pemerintah pusat. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan nilai transfer ke daerah dari tahun 2020-2024 berkisar 772 Triliun sampai dengan 868 Triliun. Hal ini terlihat dari besarnya porsi transfer pemerintah pusat ke daerah dibandingkan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan murni yang diperoleh dari pengelolaan daerah itu sendiri. Secara umum, PAD di Jawa Timur masih di bawah 50 persen dari total kebutuhan pendanaan yang diperlukan oleh pemerintah daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif variabelvariabel yang diduga mempengaruhi PAD dan menganlisis indeks desentralisasi fiskal di Jawa Timur serta menganalisis variabel yang berpengaruh signifikan terhadap PAD. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif, indeks desentralisasi fiskal dan regresi panel. Analisis membagi wilayah menjadi enam klaster yaitu klaster Madura, Pantura, Pansela, Mataraman, Tapal Kuda dan Industri. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa PAD di setiap klaster di Jawa Timur mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2020-2021 akibat pandemi COVID-19 dan mulai mengalami peningkatan pada tahun 2022 setelah pandemi COVID-19. Hasil indeks desentralisasi fiskal di Jawa Timur menunjukkan bahwa keuangan daerah untuk tahun 2020 – 2024 telah mengalami perubahan positif. Model terbaik dengan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan hasil bahwa belanja modal pemerintah daerah (investasi); belanja barang dan jasa dan IPM adalah tiga variabel terpenting yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur dengan koefisien determinasi adalah 91,2 persen. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan PAD di Provinsi Jawa Timur adalah digitalisasi dan perluasan basis pajak, penguatan kapasitas fiskal lintas dan diversifikasi PAD berbasis sumber daya alam dan ekonomi kreatif.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH DI JAWA TIMURid
dc.title.alternativeAn Analysis of the Determinants Affecting Regional Original Revenue in East Java
dc.typeTesis
dc.subject.keywordJawa Timurid
dc.subject.keywordPendapatan Asli Daerahid
dc.subject.keywordRegresi Data Panelid
dc.subject.keyworddesentralisasi fiskalid
dc.subject.keywordklasterid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record