Studi Kasus Hernia Abdominalis pada Kucing Persia Jantan di DITPOLSATWA KORPS SABHARA BAHARKAM POLRI
Abstract
Abdominal hernia is a pathological condition characterized by protrusion of intra-abdominal organs or tissues through a defect in the abdominal wall, potentially causing serious complications if left untreated. This case study aimed to identify the etiologic factors of hernia and evaluate post-operative care management in a 3-year-old male Persian cat named Kiko. Data were collected through physical examination, radiography (X-ray), and hematology. The hernia was classified as acquired (akuisita), triggered by trauma causing abdominal wall rupture. Herniorrhaphy combined with an intensive post-operative protocol including antibiotics, analgesics, supplements, and topical wound care successfully supported tissue regeneration, with complete healing achieved by postoperative day 12. Comprehensive care management proved effective in restoring abdominal wall integrity and the patient's physiological status. Hernia abdominalis merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan keluarnya organ viseral atau jaringan intra-abdominal melalui defek pada dinding perut, dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Studi kasus ini bertujuan mengidentifikasi faktor etiologi hernia dan mengevaluasi efektivitas manajemen perawatan pascaoperasi pada seekor kucing Persia jantan berumur 3 tahun bernama Kiko. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik, radiografi (X-ray), dan hematologi. Hasil studi menunjukkan hernia abdominalis bersifat akuisita (dapatan) yang dipicu trauma, menyebabkan ruptur dinding perut. Tindakan herniorafi dikombinasikan dengan protokol pascaoperasi intensif meliputi pemberian antibiotik, analgesik, suplemen, dan perawatan luka topikal berhasil mendukung regenerasi jaringan. Penyembuhan total tercapai pada hari ke-12 pascaoperasi. Manajemen perawatan komprehensif terbukti efektif memulihkan integritas dinding abdomen dan status fisiologis pasien.

