| dc.description.abstract | Penyadapan getah pinus dapat dilakukan dengan berbagai metode penyadapan. Penelitian ini mengukur produktivitas getah pinus dari berbagai metode penyadapan. Penyadapan dilakukan menggunakan 3 metode yaitu metode quarre mekanis menggunakan alsameka, metode bor menggunakan bor modifikasi dan metode quarre manual. Produktivitas getah tertinggi terdapat pada metode quarre mekanis 10,41 g/sadapan/hari dan metode quarre manual 8,50 g/sadapan/hari. Metode bor memiliki produktivitas terkecil 3,18 g/sadapan/hari. Hasil uji Anova dari ketiga metode memiliki pengaruh nyata terhadap produktivitas getah pinus dengan nilai signifikasi 0,021 < 0,05. Berdasarkan uji visual pada metode quarre mekanis dan quarre manual memiliki kualitas getah mutu I-II sedangkan pada metode bor memiliki kualitas getah super premium (SP). Biaya sadap tertinggi terdapat pada metode bor dengan Rp8.271,64/kg. Biaya sadap metode quarre manual menjadi yang termurah dengan Rp5.014/kg dan metode quarre mekanis sebesar Rp5.238,30/kg. | |