Deteksi Patogen pada Tikus dan Pinjal sebagai Kewaspadaan Dini Potensi Penularan Leptospirosis dan Rickettsiosis di Pelabuhan Palabuhanratu
Abstract
Keberadaan tikus dan ektoparasitnya di lingkungan pelabuhan merupakan faktor risiko potensial terhadap penularan zoonosis, seperti leptospirosis dan rickettsiosis. Tingginya populasi tikus di kawasan pelabuhan dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama pada wilayah dengan aktivitas manusia yang padat seperti Pelabuhan Palabuhanratu. Tikus diketahui berperan sebagai reservoir Leptospira patogen, sedangkan pinjal tikus, khususnya Xenopsylla cheopis, merupakan vektor utama murine typhus yang disebabkan oleh Rickettsia typhi, namun informasi mengenai keberadaan Leptospira patogen pada tikus serta Rickettsia pada pinjal di wilayah Pelabuhan Palabuhanratu masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ragam jenis tikus, ragam jenis pinjal yang menginfestasi tikus, mendeteksi Leptospira patogen pada tikus, serta mendeteksi Rickettsia pada pinjal di Pelabuhan Palabuhanratu.
Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2025 di Pelabuhan Palabuhanratu. Koleksi tikus dilakukan menggunakan single live trap sebanyak 100 buah yang dipasang selama empat hari berturut turut setiap bulan. Tikus dan pinjal yang diperoleh diidentifikasi secara morfologi, kemudian dilakukan deteksi molekuler menggunakan PCR dengan target gen lipL32 untuk Leptospira patogen serta gen 17-kDa dan gltA untuk Rickettsia. Produk PCR positif dipilih berdasarkan kualitas pita DNA terbaik untuk selanjutnya dilakukan sekuensing dan analisis filogenetik.
Berdasarkan hasil identifikasi, ragam jenis tikus di Pelabuhan Palabuhanratu terdiri atas dua spesies, yaitu Rattus norvegicus (76,3%) dan Rattus tanezumi (23,7%). Ragam jenis pinjal yang menginfestasi tikus di Pelabuhan Palabuhanratu terdiri atas dua spesies, yaitu Xenopsylla cheopis (97,1%) dan Ctenocephalides felis (2,9%). Hasil PCR menunjukkan bahwa 42,7% tikus positif Leptospira patogen, sedangkan deteksi Rickettsia pada pinjal menunjukkan hasil positif masing-masing sebesar 89,7% berdasarkan target gen 17-kDa dan 65,5% berdasarkan gen gltA. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa Leptospira yang terdeteksi memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan L. interrogans dan L. kirschneri, sedangkan Rickettsia terkonfirmasi sebagai R. typhi. Temuan ini menunjukkan adanya sirkulasi aktif L. interrogans dan L. kirschneri pada tikus serta R. typhi pada pinjal, yang mengindikasikan risiko zoonosis yang signifikan di Pelabuhan Palabuhanratu. Penguatan surveilans serta pengendalian terpadu tikus dan vektor diperlukan untuk mendukung sistem kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan terhadap penyakit zoonosis di lingkungan pelabuhan.
Collections
- MF - Veterinary Science [985]

