| dc.contributor.advisor | Falatehan, A. Faroby | |
| dc.contributor.advisor | Feryanto | |
| dc.contributor.author | Putra, Yogi Octavian Murdiono | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-06T06:22:19Z | |
| dc.date.available | 2026-07-06T06:22:19Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174085 | |
| dc.description.abstract | Ketergantungan pada industri berbasis sumber daya tak terbarukan menimbulkan kerentanan struktural ekonomi Kota Bontang. Kondisi ini menekankan urgensi diversifikasi ekonomi berdasarkan potensi lokal yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi unggulan daerah di luar sektor ekstraktif, menentukan prioritas pengembangannya, dan merumuskan strategi penguatan dengan pendekatan kerangka ekosistem riset dan inovasi daerah.
Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan data sekunder dari PDRB periode 2015-2024 dan data primer dari pemangku kepentingan. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi sektor unggulan, Rank Order Centroid (ROC) untuk menentukan produk unggulan prioritas, pendekatan Kerangka Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah (RID) dengan Analisis Kesenjangan dan Skala Likert untuk memetakan dan menganalisis perkembangan potensi unggulan daerah, dan SWOT untuk merumuskan strategi pengembangannya. Hasil identifikasi dan analisis potensi unggulan daerah menempatkan produk olahan perikanan dan hasil laut olahan sebagai prioritas pengembangan utama.
Hasil pemetaan dan analisis pengembangan potensi unggulan daerah menunjukkan bahwa sebagian besar elemen ekosistem RID berada dalam kategori kesenjangan tinggi, yaitu kebijakan infrastruktur riset dan inovasi di daerah; kapasitas kelembagaan dan daya dukung riset dan inovasi; kemitraan riset dan inovasi; keterpaduan atau koherensi riset dan inovasi di daerah; dan penyelarasan dengan perkembangan global.
Berdasarkan analisis SWOT, sembilan strategi pembangunan dirumuskan, yang berfokus pada penguatan kolaborasi multi-pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan infrastruktur inovasi, dan integrasi kebijakan lintas sektoral. Strategi dan program pada keenam elemen ekosistem RID dijalankan secara terintegrasi dan simultan, namun dapat berbeda kadar, intensitas, dan penekanannya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah.
Temuan ini memiliki implikasi penting bagi perumusan kebijakan regional untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kota Bontang. | |
| dc.description.abstract | Dependence on non-renewable resource-based industries creates structural vulnerability in the Bontang City economy. This condition emphasizes the urgency of economic diversification based on sustainable local potential. This study aims to identify the region's leading potential beyond the extractive sector, determine its development priorities, and formulate strengthening strategies through a regional research and innovation ecosystem framework.
The study uses a mixed-methods approach, combining secondary data from the 2015–2024 GRDP period and primary data from stakeholders. Analysis is carried out using the Location Quotient (LQ) to identify superior sectors, Rank Order Centroid (ROC) to determine priority superior products, the Regional Research and Innovation (RID) Ecosystem Framework approach with Standard Gap Analysis and a Likert scale to map and analyze the development of regional superior potential, and SWOT to formulate its development strategy. The results of the identification and analysis of the regional superior potential place processed fishery and marine products as the main development priority.
The results of the mapping and analysis of the development of regional superior potential indicate that most RID ecosystem elements are in the high gap category, namely, regional research and innovation infrastructure policies; institutional capacity and support for research and innovation; research and innovation partnerships; integration or coherence of research and innovation in the region; and alignment with global developments.
Based on the SWOT analysis, nine development strategies were formulated, focusing on strengthening multi-stakeholder collaboration, increasing institutional capacity, developing innovation infrastructure, and integrating cross-sectoral policies. Strategies and programs across the six elements of the RID ecosystem are implemented in an integrated, simultaneous manner but can vary in degree, intensity, and emphasis, tailored to regional needs and capabilities.
These findings have important implications for regional policy formulation to encourage a more inclusive, adaptive, and sustainable economic transformation in Bontang City. | |
| dc.description.sponsorship | Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Identifikasi dan Strategi Pengembangan Potensi Unggulan Daerah Kota Bontang dengan Pendekatan Kerangka Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah | id |
| dc.title.alternative | Identification and Strategy for Developing the Leading Potential of the Bontang City Region with a Regional Research and Innovation Ecosystem Framework Approach | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Diversifikasi Ekonomi | id |
| dc.subject.keyword | Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah | id |
| dc.subject.keyword | Kota Bontang | id |
| dc.subject.keyword | Potensi Unggulan Daerah | id |
| dc.subject.keyword | Strategi Pembangunan | id |
| dc.subtype | Theses | |