Hama, Musuh Alami, dan Serangga Lain yang Berasosiasi dengan Tanaman Jambu Biji Kristal di Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat
Abstract
Jambu kristal (Psidium guajava L. cv. Kristal) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Namun, potensi produktivitasnya terhambat oleh serangan hama yang informasi terkaitnya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga yang berpotensi menjadi hama, memperkirakan kelimpahan populasinya, serta mendeskripsikan gejala kerusakan yang ditimbulkannya pada tanaman jambu kristal. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga Desember 2025 di tiga desa di Kecamatan Dramaga menggunakan metode survei dan pengamatan langsung. Sampel serangga dikumpulkan dari 12 tanaman yang dipilih secara diagonal di setiap lokasi, lalu diidentifikasi secara morfologi (ciri fisik) di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kutu putih, Bactrocera dorsalis, dan Helopeltis sp. berpotensi menjadi hama utama, yang didominasi oleh famili Pseudococcidae (kutu putih) dengan persentase tanaman terserang sebesar 60,4%. Pengamatan terhadap gejala kerusakan menunjukkan bahwa serangan kutu putih menyebabkan klorosis (daun menguning) dan embun jelaga, Helopeltis sp. menimbulkan bercak gabus nekrotik (jaringan mati), dan B. dorsalis memicu busuk buah di bagian dalam. Serangga non-target yang berasosiasi dengan tanaman, seperti kelompok musuh alami, dekomposer (pengurai), dan polinator (penyerbuk), juga ditemukan di dalam agroekosistem tersebut. Crystal guava (Psidium guajava L. cv. Kristal) is a leading horticultural commodity in Dramaga District, Bogor, West Java. However, its productivity potential is constrained by pest attacks for which limited information is available. Therefore, this study aims to identify potential insect pest, estimate their population abundance, and characterize the damage symptoms they cause on crystal guava plants. The research was conducted from August to December 2025 in three villages in Dramaga District using a survey and direct observation method. Insect samples were collected from 12 diagonally selected plants per location and were then identified morphologically in the laboratory. Results indicated mealybugs, Bactrocera dorsalis, and Helopeltis sp. as the potential major pests, dominated by Pseudococcidae family with a 60.4% percentage rate. Damage characterization revealed mealybugs induced leaf chlorosis and sooty mold, Helopeltis sp. caused necrotic corky patches, and B. dorsalis led to internal fruit rot. Associated non-target insects, including natural enemies, decomposers, and pollinators, were also present within the agroecosystem.
Collections
- UF - Plant Protection [2547]

