Pemanfaatan Ekstrak Daun Katuk Sauropus androgynus pada Pakan Terhadap Performa Pertumbuhan Benih Ikan Nilem Osteochilus vittatus
Abstract
Ikan nilem Osteochilus vitattus merupakan ikan air tawar yang mempunyai potensi besar di industri perikanan budidaya sebagai ikan olahan. Pertumbuhan yang lambat dan tingginya mortalitas menjadi kendala dalam kegiatan pembenihan. Daun katuk Sauropus androgynus berpotensi untuk meningkatkan performa ikan karena memiliki kandungan asam lemak esensial, terutama asam linolenat, serta berperan sebagai sumber energi tambahan serta pendukung metabolisme dan sistem imun benih. Penelitian terapan ini menentukan dosis optimal ekstrak daun katuk pada pakan untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan: kontrol (tanpa ekstrak), EDK125 (125 g kg?¹ pakan), EDK150 (150 g kg?¹ pakan), dan EDK175 (175 g kg?¹ pakan). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penambahan ekstrak daun katuk Sauropus androgynus ke dalam pakan memberikan pengaruh positif terhadap performa benih ikan nilem Osteochilus vittatus. Dosis 150 g kg?¹ pakan (EDK150) terbukti menjadi dosis optimal dibandingkan dengan kontrol. Peningkatan pertumbuhan panjang sebesar 83%, bobot mutlak 57%, laju pertumbuhan spesifik 89%, serta sintasan 81%. Hasil analisis usaha menunjukkan bahwa EDK150 memiliki nilai optimal. Keuntungan EDK150 sebesar Rp30.777.998. Nilai R/C ratio pada seluruh perlakuan menunjukkan hasil >1,0. Nilai R/C ratio didapatkan perlakuan EDK150 dengan nilai 1,23 dan perlakuan kontrol dengan nilai 1,10. Nilem fish Osteochilus vittatus is a freshwater fish with high potential in the
aquaculture industry, but slow growth and high mortality rates remain challenges
in hatchery operations. Katuk leaves Sauropus androgynus have potential to
improve fish performance due to their essential fatty acid content, particularly
linolenic acid, which supports fry metabolism and immune system. This applied
research determined the optimal dosage of katuk leaf extract in feed to improve
growth performance and survival of nilem fry. A completely randomized design
(CRD) was used with 4 treatments and 3 replicates: control (without extract),
EDK125 (125 g kg?¹ feed), EDK150 (150 g kg?¹ feed), and EDK175 (175 g kg?¹
feed). Results showed that katuk leaf extract supplementation positively affected
fry performance. The EDK150 dose proved optimal compared to control, with
increases in length growth of 83%, absolute weight of 57%, specific growth rate of
89%, and survival rate of 81%. Economic analysis showed EDK150 yielded a profit
of Rp30,777,998 with an R/C ratio of 1.23, higher than the control at 1.10. All
treatments had R/C ratios exceeding 1.0.

