| dc.description.abstract | Kayu putih merupakan tanaman penghasil minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi, namun produksinya masih belum mencukupi kebutuhan nasional. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu asal bahan stek (pucuk, node 1, node 2, node 3) dan zat pengatur tumbuh (kontrol, Rootone-F, dan MSG) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, persentase berakar, dan jumlah akar. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa asal bahan stek berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, sedangkan pemberian zat pengatur tumbuh tidak berpengaruh nyata. Asal bahan stek pucuk memiliki persentase hidup sebesar 74,09% dan tidak berbeda nyata dengan node 1 sebesar 66,74%, tetapi berbeda nyata dengan node 2 dan node 3 yang masing-masing sebesar 51,28% dan 47,18%. Persentase berakar pada pucuk sebesar 68,71% dan tidak berbeda nyata dengan node 1 sebesar 56,25%, tetapi berbeda nyata dengan node 2 dan node 3 yang masing-masing sebesar 47,43% dan 40,26%. Jumlah akar pada pucuk sebesar 2,03 dan tidak berbeda nyata dengan node 1 dan node 2 yang masing-masing sebesar 1,93 dan 1,73, tetapi berbeda nyata dengan node 3 yang memiliki jumlah akar sebesar 1,59. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara asal bahan stek dan pemberian ZPT terhadap seluruh parameter pengamatan. | |