Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Kelas Kemiringan Lereng yang Berbeda di Hutan Wakaf Bogor
Abstract
Makrofauna tanah berperan penting dalam proses dekomposisi, siklus hara, dan perbaikan struktur tanah, serta dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Salah satu faktor penting adalah kemiringan lereng yang memengaruhi mikroklimat dan sifat-sifat tanah. Lereng curam cenderung mengalami erosi sehingga tanah lebih dangkal, sedangkan lereng landai memiliki solum lebih dalam akibat akumulasi material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemiringan lereng terhadap kelimpahan, komposisi, dan keanekaragaman makrofauna tanah di Hutan Wakaf Bogor dan hubungan kondisi vegetasi, mikroklimat, dan faktor edafis terhadap makrofauna tanah. Penelitian dilakukan pada tiga kelas lereng (0–8%, 8–15%, 15–25%) menggunakan purposive sampling. Hasil menunjukkan total 159 individu dari 15 ordo dan 33 famili. Kelimpahan tertinggi terdapat pada lereng landai (21,67±1,53) dan berbeda nyata dengan lereng curam (14,67±4,04), namun tidak berbeda nyata dengan lereng sedang (16,67±3,79). Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai tertinggi pada lereng sedang (H’=1,862). Faktor yang berpengaruh meliputi pH tanah, suhu tanah, C-organik, respirasi tanah, dan serasah. Secara umum, peningkatan kemiringan lereng menurunkan kualitas habitat dan kelimpahan makrofauna tanah.
Collections
- UF - Silviculture [1503]

