Dampak Penebangan Terhadap Keterbukaan Kanopi dan Intensitas Cahaya di Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Kabupaten Wonosobo
Abstract
Penebangan hutan rakyat dengan pola tanam agroforestri berpotensi
meningkatkan keterbukaan kanopi yang berdampak pada perubahan struktur
tegakan dan kondisi lingkungan di bawah tegakan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis dampak penebangan terhadap keterbukaan kanopi dan intensitas
cahaya di hutan rakyat dengan pola tanam agroforestri. Penelitian dilakukan di 23
lahan hutan rakyat yang ditebang di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Hutan
rakyat contoh dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah
diameter tajuk, intensitas cahaya dan foto udara. Pengukuran diameter tajuk pohon
dilakukan secara terestrial menggunakan pendekatan bentuk elips. Pengukuran
intensitas cahaya menggunakan PAR meter (Photosynthetically Active Radiation),
dan pengambilan foto udara menggunakan drone untuk interpretasi profil kanopi
dengan bantuan sistem informasi geografis (GIS). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa luas tajuk menurun dari 24.331,35 m² menjadi 18.294,84 m² dengan rata-
rata keterbukaan kanopi sebesar 38,41%. Intensitas cahaya meningkat setelah
penebangan, terutama pada tingkat pohon serta posisi tengah dan atas tanaman
agroforestri, sedangkan pada posisi bawah tidak menunjukkan perubahan yang
signifikan. Logging activities in agroforestry based private forests have the potential to
increase canopy openness, thereby affecting stand structure and the environmental
conditions beneath the canopy. This study aimed to analyze the impact of logging
on canopy openness and light intensity in agroforestry based private forests. The
research was conducted in 23 logged private forest plots in Wonosobo Regency,
Central Java, Indonesia. Sample plots were selected using purposive sampling. The
data collected included canopy diameter, light intensity, and aerial photographs.
Canopy diameter was measured terrestrially using an elliptical crown approach.
Light intensity was measured using a Photosynthetically Active Radiation (PAR)
meter, while aerial photographs were captured using an unmanned aerial vehicle
(drone) to interpret canopy profiles with the support of a Geographic Information
System (GIS). The results showed that the total canopy area decreased from
24,331.35 m² to 18,294.84 m², resulting in an average canopy openness of 38.41%.
Light intensity increased after logging, particularly at the tree level and at the
middle and upper positions of agroforestry plants, whereas no significant change
was observed at the lower position. These findings indicate that logging
substantially alters canopy structure and light availability within agroforestry
based private forests.
Collections
- UF - Forest Management [3232]

