| dc.description.abstract | Kekeringan merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang berdampak pada lahan pertanian tadah hujan. Kabupaten Sumbawa memiliki pola curah hujan monsunal dengan musim kemarau yang panjang sehingga rentan mengalami kekeringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik curah hujan, pola spasial dan temporal Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Drought Index (NDDI), dan Land Surface Temperature (LST), serta hubungan antara curah hujan, LST, dan NDDI pada lahan pertanian tadah hujan di Kabupaten Sumbawa. Data yang digunakan meliputi curah hujan CHIRPS tahun 2014-2023 data citra Landsat 8, batas administrasi, dan data penggunaan lahan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan geospasial, korelasi pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2015 merupakan tahun kering, tahun 2017 tahun normal, dan tahun 2021 tahun basah. Nilai NDVI dan NDWI menurun dari musim hujan menuju musim kemarau, sedangkan NDDI dan LST meningkat dengan kondisi kekeringan tertinggi terjadi pada musim SON akibat time lag respon vegetasi terhadap penurunan curah hujan. Curah hujan memiliki hubungan negatif dengan NDDI dan LST, sedangkan LST memiliki hubungan positif dengan NDDI. Curah hujan dan LST mampu menjelaskan 69% variasi tingkat kekeringan. | |