Show simple item record

dc.contributor.advisorBengen, Dietriech Geoffrey
dc.contributor.advisorRiani, Etty
dc.contributor.advisorWindarti
dc.contributor.advisorNurjaya, I Wayan
dc.contributor.authorRahimah, Insaniah
dc.date.accessioned2026-06-30T07:29:45Z
dc.date.available2026-06-30T07:29:45Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173820
dc.description.abstractWilayah pesisir Indo-Pasifik merupakan pusat keanekaragaman hayati moluska laut, termasuk kelompok keong laut Strombus spp. yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi penting bagi masyarakat pesisir. Di perairan Indonesia, Strombus spp. berperan sebagai komponen kunci ekosistem padang lamun dan substrat berpasir, sekaligus menjadi sumber daya perikanan tradisional yang rentan terhadap tekanan eksploitasi dan perubahan lingkungan. Namun demikian, pemahaman yang terintegrasi mengenai variasi morfologi, dinamika reproduksi, serta keterkaitannya dengan kondisi lingkungan pada Strombus spp. masih terbatas dan cenderung terfragmentasi. Disertasi ini bertujuan untuk mengkaji variasi biologis Strombus spp. secara komprehensif melalui pendekatan integratif yang mencakup analisis morfologi, biologi reproduksi, dan hubungan lingkungan–biologi. Kajian diawali dengan telaah sistematis literatur (Systematic Literature Review/SLR) untuk memetakan perkembangan penelitian Strombus spp. di tingkat global, regional Indo-Pasifik, dan nasional. Selanjutnya, penelitian lapangan dilakukan di beberapa pulau pesisir dengan fokus pada tiga spesies utama, yaitu Laevistrombus canarium, Laevistrombus turturella, dan Strombus canarium. Analisis morfologi menunjukkan adanya variasi proporsi dan karakter cangkang antar spesies dan antar lokasi, yang mencerminkan respons terhadap kondisi habitat dan potensi adaptasi lokal. Kajian biologi reproduksi mengungkap perbedaan strategi reproduksi antar spesies, yang tercermin dari pola Tingkat Kematangan Gonad (TKG), variasi Gonadosomatic Index (GSI), fekunditas absolut, serta ukuran pertama matang gonad (Lm50). L. canarium dan L. turturella menunjukkan kapasitas reproduksi yang relatif lebih tinggi dan terstruktur secara temporal, sedangkan S. canarium memperlihatkan aktivitas reproduksi yang lebih terbatas. Perbandingan antara ukuran pertama matang gonad dan ukuran tangkap menunjukkan bahwa sebagian populasi berpotensi mengalami tekanan eksploitasi sebelum mencapai kematangan seksual. Keterkaitan antara karakter morfometrik relatif dan kondisi lingkungan dieksplorasi melalui pendekatan multivariat menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Sebelum analisis dilakukan, seluruh parameter morfometrik dinormalisasi terhadap panjang cangkang (Shell Length/SL) untuk mengurangi pengaruh ukuran tubuh absolut dan menekankan variasi bentuk cangkang relatif antar individu dan spesies. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel morfometrik relatif dan lingkungan membentuk gradien utama dalam ruang multivariat yang merepresentasikan diferensiasi bentuk cangkang pada masing-masing habitat. Secara keseluruhan, disertasi ini menunjukkan bahwa variasi biologis Strombus spp. mencerminkan struktur morfometrik yang terbentuk sepanjang gradien lingkungan pesisir. Hasil PCA secara konsisten mengidentifikasi dua komponen utama, yaitu gradien konfigurasi proporsi morfologi relatif (PC1) yang dibentuk oleh kombinasi beberapa parameter dimensi cangkang (SL, BWL, AL, xii SW, SD, MW), serta gradien bentuk morfologi (PC2) yang dikendalikan oleh trade off antara ketebalan bibir (LT) dan jumlah pusaran (WA). Distribusi spesies menunjukkan pola diferensiasi yang jelas, dimana L. canarium cenderung menunjukkan konfigurasi morfologi dengan perkembangan dimensi cangkang dan bibir luar yang lebih dominan, S. canarium lebih terkait dengan karakter jumlah pusaran dan struktur ulir, sementara L. turturella bersifat intermediet dengan tingkat tumpang tindih yang tinggi. Secara spasial, pola ini membentuk gradien dari kondisi yang relatif homogen di Pulau Galang hingga diferensiasi konfigurasi morfometrik relatif yang lebih terstruktur di Pulau Panjang, yang mengindikasikan bahwa variasi morfologi berkembang secara bertahap sebagai respons terhadap heterogenitas habitat. Temuan ini menegaskan bahwa struktur morfometrik Strombus spp. merupakan hasil integrasi respons jangka panjang terhadap kondisi lingkungan, serta memberikan dasar ilmiah penting bagi pengelolaan sumber daya pesisir.
dc.description.sponsorshipBeasiswa Pendidikan Indonesia, Pusat Pelayanan Pembiayaan dan Asesmen Pendidkan Tinggi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDINAMIKA POPULASI STROMBUS SPP. SEPANJANG GRADIEN EKOLOGIS PESISIR GUGUS PULAU BATAM: INTEGRASI MORFOMETRIK, REPRODUKSI, DAN KARAKTERISTIK HABITATid
dc.title.alternativePopulation Dynamics of Strombus spp. Along the Coastal Ecological Gradient of the Batam Island Group: Integration of Morphometrics, Reproduction, and Habitat Characteristics
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordStrombus spp.id
dc.subject.keywordmorfometrikid
dc.subject.keywordbiologi reproduksiid
dc.subject.keywordPCAid
dc.subject.keywordgradien lingkunganid
dc.subject.keywordekologi pesisirid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record