Efektivitas Pemberian Temulawak dalam Pakan Komersial terhadap Sintasan Benih Ikan Lele Clarias gariepinus
Abstract
Ikan lele merupakan salah satu hasil perikanan budidaya yang menempati urutan atas dalam jumlah produksinya, namun terdapat kegagalan produksi yang menyebabkan sintasan cukup rendah. Upaya yang dapat dilakukan yaitu pemberian bahan herbal berupa temulawak untuk meningkatkan sistem imun ikan. Tujuan penelitian ini ialah mencari dosis terbaik temulawak dalam pakan komersial untuk
memberikan sintasan terbaik pada benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dosis temulawak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu PT6 (6 g kg-1), PT12 (12 g kg1), dan PT18 (18 g kg-1). Parameter yang diamati meliputi sintasan, kesehatan darah ikan, efisiensi pakan, laju pertumbuhan panjang spesifik, koefisiensi keragaman panjang, kualitas air, dan analisis usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan PT12 (12 g kg-1) dan PT18 (18 g kg-1) tidak berbeda nyata pada seluruh parameter khususnya sintasan yaitu PT12 sebesar 87,2% dan PT18 sebesar 88,7%, sedangkan pada analisis usaha keuntungan tertinggi didapat oleh perlakuan PT12 sebesar Rp371.968, dengan demikian dosis 12 g kg-¹ direkomendasikan sebagai dosis terbaik karena mampu memberikan sintasan yang tinggi dengan keuntungan ekonomi yang lebih besar. Catfish is one of the most widely produced aquaculture commodities; however, production is often constrained by low survival rates. One effort to address this issue is the supplementation of herbal ingredients, such as turmeric, to enhance the fish immune system. This study aimed to determine the best dose of turmeric added to commercial feed to achieve the highest survival rate of catfish fingerling. The study employed a completely randomized design, consisting of four treatments and four replications. The turmeric doses used were PT6 (6 g kg?¹), PT12 (12 g kg?¹), and PT18 (18 g kg?¹). The observed parameters included survival rate, hematological health, feed efficiency, specific length rate, length coefficient of variation, water quality, and economic analysis. The results showed that treatments PT12 (12 g kg?¹) and PT18 (18 g kg?¹) were not significantly different for all observed parameters, particularly
survival rate, with values of 87.2% and 88.7%, respectively. However, the highest economic profit was obtained from treatment PT12, amounting to IDR 371,968. Therefore, the supplementation of turmeric at 12 g kg?¹ is recommended as the best dose, as it provides a high survival rate while generating greater economic profit.

