| dc.contributor.advisor | Budiarto, Tri | |
| dc.contributor.advisor | Pratama, Agief Julio | |
| dc.contributor.author | YUZA, FEIMAS BERINGIN | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-25T02:41:15Z | |
| dc.date.available | 2026-06-25T02:41:15Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173667 | |
| dc.description.abstract | Kegiatan pertanian hortikultura di Desa Ciputri, Kabupaten Cianjur, menghasilkan limbah sayuran dalam jumlah besar yang belum dikelola secara optimal dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Limbah tersebut umumnya dibuang di pinggir jalan atau ke aliran sungai, sehingga menimbulkan pencemaran dan bau tidak sedap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi limbah sayuran, mendeskripsikan pelaksanaan penyuluhan pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair (POC), serta menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap pemanfaatan POC. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Okiagaru dengan menggunakan metode kuantitatif sebagai metode utama yang diperkuat oleh data kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, sedangkan instrumen pengumpulan data berupa lembar pre-test dan post-test terhadap 23 responden. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pemanfaatan limbah sayuran menjadi POC mampu meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif petani terhadap pengelolaan limbah organik. Petani menunjukkan minat dan kesiapan untuk menerapkan POC secara mandiri dalam kegiatan budidaya. Pemanfaatan limbah sayuran menjadi POC berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, menekan biaya produksi pertanian, serta mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan. | |
| dc.description.abstract | Horticultural farming activities in Ciputri Village, Cianjur Regency, generate large quantities of vegetable waste that has not been managed optimally and has the potential to cause environmental problems. This waste is commonly disposed of along roadsides or dumped into waterways, resulting in pollution and unpleasant odors. This study aims to identify the potential of vegetable waste, describe the implementation of extension activities on utilizing vegetable waste as liquid organic fertilizer (LOF), and analyze the level of knowledge and attitudes of farmers toward the use of LOF. The research was conducted with the Okiagaru Farmer Group using a quantitative method as the primary approach, supported by qualitative data. Data were collected through observation, interviews, while the data collection instruments consisted of pre-test and post-test sheets administered to 23 respondents. Data analysis employed descriptive statistics and narrative analysis. The results indicate that extension activities on converting vegetable waste into LOF were effective in increasing farmers' knowledge and fostering positive attitudes toward organic waste management. Farmers demonstrated interest and readiness to independently apply LOF in their cultivation practices. The utilization of vegetable waste as LOF has the potential to reduce environmental pollution, lower agricultural production costs, and support sustainable farming practices. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sayuran Menjadi POC di Desa Ciputri Kabupaten Cianjur | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | agricultural extension | id |
| dc.subject.keyword | farmer attitudes | id |
| dc.subject.keyword | liquid organic fertilizer | id |
| dc.subject.keyword | knowledge | id |
| dc.subject.keyword | vegetable waste | id |