Interaksi dan Strategi Penguatan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Padabeunghar sebagai Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai
Abstract
Desa Padabeunghar merupakan desa penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang sebagian besar wilayahnya berada dalam kawasan konservasi sehingga aktivitas masyarakat berimplikasi langsung terhadap kelestarian kawasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi interaksi, persepsi, dan strategi penguatan pemberdayaan masyarakat pada KTH Rimba Mekar dan KTH Karang Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTH Rimba Mekar memiliki interaksi tinggi (4,37) akibat ketergantungan pada penyadapan getah pinus, tetapi persepsinya rendah (2,12) karena belum adanya kepastian legal kemitraan. KTH Karang Tengah memiliki interaksi dan persepsi yang lebih positif, namun menghadapi stagnasi kelembagaan akibat konflik internal. Kedua kelompok berada pada kuadran III (turnaround), sehingga strategi difokuskan pada penguatan kelembagaan, legalisasi kemitraan, dan peningkatan komunikasi antarpihak

