Show simple item record

dc.contributor.authorEkawidyani, Karina R.
dc.contributor.authorKhomsan, Ali
dc.contributor.authorPuspita, Dyah Retna
dc.date.accessioned2026-06-22T08:09:07Z
dc.date.available2026-06-22T08:09:07Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173588
dc.description.abstractRemaja merupakan kelompok umur peralihan dari anak-anak ke dewasa. Remaja rentan mengalami permasalahan status gizi karena memiliki kebiasaan makan yang buruk, terpengaruh teman sebaya (peer pressure), pengaruh media sosial, dan persepsi body image yang kurang baik (Bodega et al. 2024, Alburkani et al. 2024, Bibiloni et al. 2013). Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi berat badan lebih dan obesitas pada remaja usia 16–18 tahun di Indonesia sebesar 12,1%. Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi berat badan lebih dan obesitas remaja yang sedikit lebih tinggi daripada angka nasional, yaitu 13,1%. Prevalensi tersebut hampir sama dengan prevalensi berat badan lebih dan obesitas remaja daerah perkotaan, yaitu 13,8% (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI 2024). Remaja dengan status gizi obesitas berisiko tetap obesitas pada masa dewasa (The et al. 2010). Obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, stroke, dan kanker (Chung et al. 2023). Penyakit-penyakit tersebut akan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup seseorang (Maresova et al 2019). Padahal, penyakit degeneratif tersebut dapat dicegah dengan menjaga status gizi normal melalui kebiasaan makan yang sehat (Di Renzo et al 2023). ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFK-IPB Universityyid
dc.titleHubungan Literasi Pangan, Kebiasaan Makan, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Diet Dan Status Gizi Remajaid
dc.typeTechnical Reportid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record