Hubungan Literasi Pangan, Kebiasaan Makan, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Diet Dan Status Gizi Remaja
View/ Open
Date
2026Author
Ekawidyani, Karina R.
Khomsan, Ali
Puspita, Dyah Retna
Metadata
Show full item recordAbstract
Remaja merupakan kelompok umur peralihan dari anak-anak ke dewasa.
Remaja rentan mengalami permasalahan status gizi karena memiliki kebiasaan
makan yang buruk, terpengaruh teman sebaya (peer pressure), pengaruh media
sosial, dan persepsi body image yang kurang baik (Bodega et al. 2024, Alburkani
et al. 2024, Bibiloni et al. 2013). Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia
2023, prevalensi berat badan lebih dan obesitas pada remaja usia 16–18 tahun di
Indonesia sebesar 12,1%. Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi berat badan
lebih dan obesitas remaja yang sedikit lebih tinggi daripada angka nasional, yaitu
13,1%. Prevalensi tersebut hampir sama dengan prevalensi berat badan lebih dan
obesitas remaja daerah perkotaan, yaitu 13,8% (Badan Kebijakan Pembangunan
Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI 2024).
Remaja dengan status gizi obesitas berisiko tetap obesitas pada masa dewasa
(The et al. 2010). Obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit
degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, stroke,
dan kanker (Chung et al. 2023). Penyakit-penyakit tersebut akan menurunkan
produktivitas dan kualitas hidup seseorang (Maresova et al 2019). Padahal, penyakit
degeneratif tersebut dapat dicegah dengan menjaga status gizi normal melalui
kebiasaan makan yang sehat (Di Renzo et al 2023). ...
Collections
- Research Report [263]

