| dc.description.abstract | Kondisi cuaca dan iklim memiliki peran penting dalam kegiatan pariwisata
karena secara langsung memengaruhi kenyamanan wisatawan selama melakukan
aktivitas di luar ruang. Berbagai indeks berbasis iklim telah dikembangkan untuk
mengevaluasi kesesuaian iklim bagi kegiatan pariwisata, namun penerapannya di
wilayah tropis lembap seperti Indonesia masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor iklim dan non-iklim yang
memengaruhi kenyamanan iklim wisata serta mengevaluasi kesesuaian Holiday
Climate Index (HCI) dalam merepresentasikan persepsi kenyamanan wisatawan.
Penelitian dilakukan di dua destinasi wisata utama di Jakarta, yaitu Monumen
Nasional (Monas) dan Taman Impian Jaya Ancol. Data dikumpulkan melalui survei
kuesioner yang melibatkan 546 responden wisatawan. Variabel iklim yang
dianalisis meliputi curah hujan, tutupan awan, kondisi angin, dan persepsi suhu,
sedangkan variabel non-iklim meliputi karakteristik wisatawan seperti jenis
kelamin, durasi di lokasi, aktivitas dan pakaian. Analisis regresi logistik biner
digunakan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan iklim
wisata dengan dua kategori respons, yaitu tidak nyaman (0) dan nyaman (1). Selain
itu, dilakukan perbandingan antara nilai HCI dengan skor persepsi kenyamanan
wisatawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan tutupan awan
merupakan faktor iklim yang paling berpengaruh, sementara jenis kelamin
merupakan faktor non-iklim yang signifikan. Pola selisih HCI: Beach di Ancol
bersifat homogen dengan arah yang konsisten, sedangkan pola selisih HCI: Urban
di Monas bersifat tidak homogen mengindikasikan pola HCI yang tidak konsisten
dengan persepsi wisatawan. Berdasarkan uji t berpasangan, HCI: Beach terbukti
overestimate secara signifikan pada kondisi tidak hujan di Ancol, namun tidak
berbeda nyata dengan persepsi wisatawan saat hujan. Di Monas, HCI: Urban
overestimate pada kondisi tidak hujan dan berbalik menjadi underestimate secara
signifikan saat hujan. Jika hanya dilihat berdasarkan katagori nyaman dan tidak
nyaman, katagori berdasarkan HCI menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan
katagori berdasarkan persepsi wisatawan di kedua lokasi, sehingga secara katagoris,
HCI mampu merepresentasikan kenyamanan iklim wisata dengan baik pada
lingkungan wisata pesisir maupun perkotaan di wilayah tropis. | |