Show simple item record

dc.contributor.advisorDasanto, Bambang Dwi
dc.contributor.advisorHidayati, Rini
dc.contributor.authorSinaga, Elma Dwi Putri
dc.date.accessioned2026-06-19T06:21:29Z
dc.date.available2026-06-19T06:21:29Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173533
dc.description.abstractKondisi cuaca dan iklim memiliki peran penting dalam kegiatan pariwisata karena secara langsung memengaruhi kenyamanan wisatawan selama melakukan aktivitas di luar ruang. Berbagai indeks berbasis iklim telah dikembangkan untuk mengevaluasi kesesuaian iklim bagi kegiatan pariwisata, namun penerapannya di wilayah tropis lembap seperti Indonesia masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor iklim dan non-iklim yang memengaruhi kenyamanan iklim wisata serta mengevaluasi kesesuaian Holiday Climate Index (HCI) dalam merepresentasikan persepsi kenyamanan wisatawan. Penelitian dilakukan di dua destinasi wisata utama di Jakarta, yaitu Monumen Nasional (Monas) dan Taman Impian Jaya Ancol. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner yang melibatkan 546 responden wisatawan. Variabel iklim yang dianalisis meliputi curah hujan, tutupan awan, kondisi angin, dan persepsi suhu, sedangkan variabel non-iklim meliputi karakteristik wisatawan seperti jenis kelamin, durasi di lokasi, aktivitas dan pakaian. Analisis regresi logistik biner digunakan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan iklim wisata dengan dua kategori respons, yaitu tidak nyaman (0) dan nyaman (1). Selain itu, dilakukan perbandingan antara nilai HCI dengan skor persepsi kenyamanan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan tutupan awan merupakan faktor iklim yang paling berpengaruh, sementara jenis kelamin merupakan faktor non-iklim yang signifikan. Pola selisih HCI: Beach di Ancol bersifat homogen dengan arah yang konsisten, sedangkan pola selisih HCI: Urban di Monas bersifat tidak homogen mengindikasikan pola HCI yang tidak konsisten dengan persepsi wisatawan. Berdasarkan uji t berpasangan, HCI: Beach terbukti overestimate secara signifikan pada kondisi tidak hujan di Ancol, namun tidak berbeda nyata dengan persepsi wisatawan saat hujan. Di Monas, HCI: Urban overestimate pada kondisi tidak hujan dan berbalik menjadi underestimate secara signifikan saat hujan. Jika hanya dilihat berdasarkan katagori nyaman dan tidak nyaman, katagori berdasarkan HCI menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan katagori berdasarkan persepsi wisatawan di kedua lokasi, sehingga secara katagoris, HCI mampu merepresentasikan kenyamanan iklim wisata dengan baik pada lingkungan wisata pesisir maupun perkotaan di wilayah tropis.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcClimatologyid
dc.titleKesesuaian Indeks Kenyamanan Iklim untuk Wisatawan Domestik di Indonesiaid
dc.title.alternativeSuitability of Climate Comfort Index for Domestic Tourists in Indonesia
dc.typeTesis
dc.subject.keywordholiday climate indexid
dc.subject.keywordpariwisataid
dc.subject.keywordpersepsi wisatawanid
dc.subject.keywordkotaid
dc.subject.keywordpantaiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record