Analisis Incidence Rate Diare Berbasis Variabel Hidroklimat dengan Generalized Linear Model pada Skenario Perubahan Iklim di Jawa Barat
Abstract
Penyakit diare merupakan salah satu penyebab tertinggi dari kematian pada balita dan berbagai kelompok umur dengan kasus kejadian yang tinggi. Perubahan iklim dan ketersediaan air bersih saling berhubungan dan berpengaruh terhadap potensi kejadian diare. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan kasus diare terbanyak dengan frekuensi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis incidence rate diare berbasis variabel hidroklimat dengan Generalized Linear Model pada skenario perubahan iklim. Variabel hidroklimat historis (2016-2024) dan proyeksi CMIP6 (2025-2029) dianalisis menggunakan elastic net untuk seleksi variabel dan Generalized Linear Model (GLM) untuk pemodelan persamaan untuk proyeksi tingkat kabupaten/kota. Hasil menunjukkan bahwa variabel hidroklimat yang memberikan performa prediktif
terbaik merupakan indeks curah hujan tahunan (PRCPTOT) dan defisit air (DEF). Proyeksi potensi incidence rate diare pada tahun 2025-2029 menunjukkan adanya fluktuasi dengan nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan data historis. Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya membutuhkan perhatian khusus dalam mitigasi penyakit diare. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi indeks iklim ekstrem dengan
neraca air penting dalam perencanaan mitigasi kejadian diare di wilayah Jawa Barat.

