Show simple item record

dc.contributor.advisorFauzi, Akhmad
dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorArifin, Bustanul
dc.contributor.authorHernanda, Tiara Aprilia Putri
dc.date.accessioned2026-06-17T00:38:39Z
dc.date.available2026-06-17T00:38:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173440
dc.description.abstractKonversi lahan merupakan salah satu dinamika spasial paling signifikan dalam pembangunan wilayah perdesaan di Indonesia, khususnya pada sektor perkebunan. Di Provinsi Lampung, ekspansi kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional telah mendorong alih fungsi lahan dari komoditas unggulan daerah, salah satunya kopi robusta, menuju sistem monokultur kelapa sawit rakyat. Fenomena ini tidak hanya merepresentasikan perubahan tutupan dan penggunaan lahan secara fisik, tetapi juga mencerminkan restrukturisasi ekonomi wilayah, perubahan struktur mata pencaharian rumah tangga petani, serta pergeseran konfigurasi sosial-ekologis perdesaan. Dalam perspektif perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan, konversi lahan kopi ke kelapa sawit perlu dipahami secara komprehensif dengan mengintegrasikan dimensi spasial, determinan struktural, serta implikasinya terhadap keberlanjutan penghidupan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi pola spasial dan dinamika perubahan penggunaan lahan dari kopi ke kelapa sawit di Provinsi Lampung; (2) menganalisis determinan yang mendorong konversi lahan; (3) memprediksi tingkat keberlanjutan mata pencaharian rumah tangga petani kelapa sawit hasil konversi; serta (4) merumuskan strategi usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan berbasis diferensiasi wilayah. Wilayah studi difokuskan pada Kabupaten Way Kanan sebagai salah satu sentra kopi robusta sekaligus wilayah dengan perkembangan kelapa sawit rakyat yang progresif dan memungkinkan koeksistensi agroekologis kedua komoditas tersebut. Penelitian ini disusun dalam format kumpulan esai yang terintegrasi melalui pendekatan stitching strategy. Esai pertama menganalisis dinamika spasial konversi lahan menggunakan penginderaan jauh dan analisis sistem informasi geografis (GIS) untuk mengidentifikasi pola persebaran konversi berdasarkan aksesibilitas, topografi, dan karakteristik wilayah. Hasil analisis menunjukkan bahwa konversi lahan cenderung terjadi pada wilayah dengan aksesibilitas tinggi, kemiringan lereng rendah–sedang, serta kedekatan dengan infrastruktur jalan dan pusat pengolahan. Pola ini mengindikasikan bahwa rasionalitas ekonomi dan kemudahan distribusi menjadi pertimbangan utama dalam keputusan alih komoditas. Esai ke dua mengkaji struktur determinan konversi lahan menggunakan pendekatan MICMAC (Matrice d’Impacts Croisés Multiplication Appliquée à un Classement). Analisis ini mengidentifikasi variabel kunci dengan daya pengaruh tinggi terhadap sistem konversi, antara lain harga komoditas, nilai land rent, akses pasar, dukungan kelembagaan, dan kapasitas modal rumah tangga. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa faktor ekonomi, khususnya insentif harga dan potensi peningkatan pendapatan, berfungsi sebagai variabel penggerak utama (driving variables), sementara faktor sosial dan kelembagaan berperan sebagai variabel penghubung yang memperkuat atau melemahkan keputusan konversi. Struktur sistem tersebut memperlihatkan bahwa konversi lahan merupakan hasil interaksi antara tekanan ekonomi makro, dinamika kebijakan, serta kapasitas adaptif rumah tangga. Esai ke tiga memodelkan implikasi konversi lahan terhadap keberlanjutan mata pencaharian rumah tangga petani menggunakan metode Bayesian Belief Network (BBN). Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya menangani ketidakpastian dan memodelkan hubungan probabilistik antarvariabel. Kerangka analisis mengacu pada lima modal utama, yaitu modal manusia, finansial, sosial, fisik, dan alam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberlanjutan penghidupan sangat dipengaruhi oleh kinerja ekonomi usahatani, diversifikasi sumber pendapatan, serta kapasitas adaptif rumah tangga dalam menghadapi fase belum produktif tanaman kelapa sawit. Pada fase transisi, rumah tangga cenderung mengalami kerentanan pendapatan akibat jeda produksi, sehingga strategi diversifikasi dan penguatan modal manusia menjadi krusial. Analisis sensitivitas dan inferensi balik menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas, kapasitas manajerial, serta akses pembiayaan dan pasar meningkatkan probabilitas keberlanjutan livelihood pada kategori tinggi. Sebaliknya, ketergantungan tunggal pada kelapa sawit meningkatkan risiko kerentanan jangka panjang, terutama akibat fluktuasi harga global. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan sawit rakyat tidak semata ditentukan oleh luasan lahan, melainkan oleh kualitas pengelolaan, kapasitas rumah tangga, dan dukungan kelembagaan. Berdasarkan sintesis temuan spasial, struktural, dan probabilistik, penelitian ini merumuskan strategi tata kelola transisi penggunaan lahan berbasis diferensiasi wilayah, meliputi pengendalian konversi pada wilayah lindung dan lereng tinggi, penguatan intensifikasi berbasis good agricultural practices (GAP) pada wilayah produktif, pengembangan diversifikasi usaha pada fase transisi, serta penguatan kelembagaan dan akses pembiayaan. Pendekatan ini menegaskan bahwa kebijakan seragam tidak efektif dalam konteks heterogenitas spasial dan sosial perdesaan. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka Theory of Change berbasis lokasi yang menghubungkan dinamika spasial, determinan struktural, mekanisme keputusan rumah tangga, dan keberlanjutan penghidupan. Secara metodologis, integrasi analisis spasial, MICMAC, dan Bayesian Belief Network menjembatani analisis makro–mikro dalam perencanaan wilayah. Secara praktis, hasil penelitian ini menjadi dasar perumusan kebijakan pengelolaan penggunaan lahan dan pengembangan sawit rakyat berkelanjutan di Provinsi Lampung, sehingga konversi lahan dipahami sebagai proses transformasi wilayah yang memerlukan intervensi terencana untuk memastikan keberlanjutan pembangunan perdesaan jangka panjang.
dc.description.abstractLand conversion constitutes one of the most consequential spatial processes shaping rural transformation in Indonesia, particularly within the plantation sector. In Lampung Province, the expansion of oil palm as a nationally strategic commodity has accelerated the conversion of robusta coffee historically a dominant regional crop into smallholder oil palm monoculture systems. This transition extends beyond physical land-use change; it reflects broader regional economic restructuring, shifts in household livelihood configurations, and reorganisation of rural socio-ecological systems. From a regional and rural planning perspective, coffee to oil palm conversion must therefore be examined through an integrated framework that links spatial dynamics, structural determinants, and implications for household livelihood sustainability. This dissertation aims to: (1) identify spatial patterns and trajectories of land-use change from coffee to oil palm in Lampung Province; (2) analyse the structural determinants driving land conversion; (3) predict livelihood sustainability among smallholder oil palm households following conversion; and (4) formulate differentiated regional strategies for sustainable smallholder oil palm development. The empirical focus is Way Kanan Regency, a traditional robusta coffee production centre that has experienced rapid oil palm expansion, creating conditions for agro-ecological coexistence and commodity transition. The dissertation adopts an integrated essay-based structure using a stitching strategy to connect macro-level spatial analysis with micro-level household modelling. The first essay examines spatial conversion dynamics using remote sensing and Geographic Information Systems (GIS). Conversion patterns are analysed in relation to accessibility, slope gradients, and regional characteristics. The findings indicate that conversion predominantly occurs in highly accessible areas with low to moderate slopes and proximity to infrastructure and processing facilities, underscoring the central role of market integration and economic rationality in commodity transition decisions. The second essay investigates the structural configuration of conversion determinants using the MICMAC (Matrice d’Impacts Croisés Multiplication Appliquée à un Classement) approach. The analysis identifies key driving variables, including commodity prices, land rent differentials, market access, institutional support, and household capital capacity. Economic incentives particularly price signals and expected income gains emerge as dominant drivers, while social and institutional factors operate as linkage variables that reinforce or constrain household decisions. The resulting system structure demonstrates that land conversion is not merely an individual economic choice but an outcome of interactions among macroeconomic pressures, policy dynamics, and household adaptive capacity. The third essay models the implications of land conversion for household livelihood sustainability using a Bayesian Belief Network (BBN). This probabilistic framework captures uncertainty and interdependencies among human, financial, social, physical, and natural capital. Simulation results indicate that livelihood sustainability is strongly influenced by farm performance, income diversification, and adaptive capacity during the immature phase of oil palm production. The transition period generates temporary income vulnerability due to production gaps, making diversification and human capital strengthening critical stabilisation mechanisms. Sensitivity and backward inference analyses show that productivity enhancement, managerial capacity improvement, and improved access to finance and markets significantly increase the probability of achieving high livelihood sustainability. Conversely, reliance on oil palm as a single income source increases long-term vulnerability, particularly under global price volatility. These findings suggest that smallholder oil palm sustainability depends less on land size than on management quality, institutional embeddedness, and adaptive capacity. Synthesising spatial, structural, and probabilistic evidence, this research proposes a differentiated land-use transition governance framework. Strategic recommendations include regulating conversion in environmentally sensitive and high-slope areas, promoting intensification through Good Agricultural Practices (GAP) in suitable zones, supporting on- and off-farm diversification during transition phases, and strengthening farmer institutions and financial access. The differentiated approach highlights the limitations of uniform policy instruments in spatially and socially heterogeneous rural contexts. Conceptually, this dissertation advances a place-based Theory of Change integrating spatial dynamics, structural drivers, household decision-making mechanisms, and livelihood sustainability outcomes within a unified regional planning framework. Methodologically, the integration of spatial analysis, MICMAC structural modelling, and Bayesian probabilistic simulation bridges macro-level regional planning and micro-level household livelihood analysis. Practically, the findings provide an evidence-based foundation for land-use governance and sustainable smallholder oil palm development in Lampung Province, positioning land conversion as a structural regional transformation requiring context-sensitive planning interventions to ensure long-term rural sustainability.
dc.description.sponsorshipLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKonversi Lahan Kopi ke Kelapa Sawit dan Strategi Mata Pencaharian Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit di Provinsi Lampungid
dc.title.alternativeCoffee to Oil Palm Land Conversion and Smallholder Livelihood Adaptation Strategies in Lampung Province, Indonesia
dc.typeDisertasi
dc.subject.keyworddinamika spasialid
dc.subject.keywordkelapa sawit rakyatid
dc.subject.keywordkeberlanjutan penghidupanid
dc.subject.keywordkonversi lahanid
dc.subject.keywordperencanaan wilayahid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record