Pengaruh Pemangkasan dan Aplikasi Biostimulan terhadap Produksi dan Ukuran Tunas Jati di Kebun Pangkas PT. Solusi Bangun Indonesia
Date
2026Author
SAIFUDIN, GUSTI VITA CAULINA DELADESIANA
Wulandari, Arum Sekar
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan bibit jati (Tectona grandis Linn.F.) untuk kegiatan rehabilitasi lahan pascatambang memerlukan pasokan bahan setek pucuk berkualitas dari kebun pangkas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemangkasan dan pemberian biostimulan terhadap produksi dan pertumbuhan tunas jati di kebun pangkas PT. Solusi Bangun Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu pemangkasan (dipangkas dan tidak dipangkas) serta konsentrasi biostimulan (0, 1, dan 2 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,001) terhadap peningkatan produksi tunas jati. Pemangkasan mempercepat inisiasi tunas menjadi 10 hari lebih cepat, meningkatkan jumlah tunas hingga 93%, dan melipatgandakan jumlah ruas per tunas dibandingkan dengan tanaman jati yang tidak dipangkas. Namun, pemangkasan tidak memengaruhi ukuran fisik tunas jati. Aplikasi biostimulan maupun interaksinya dengan pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh peubah yang diamati. Secara umum, pemangkasan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tunas jati di kebun pangkas dalam rangka menyediakan bahan baku tunas untuk perbanyakan vegetatif melalui setek pucuk. Kata kunci: jumlah ruas, jumlah tunas, perbanyakan vegetatif, setek pucuk, ukuran tunas The demand for teak seedlings (Tectona grandis Linn. F.) for post-mining land rehabilitation activities requires a supply of high-quality shoot cuttings from hedge orchards. This study aims to analyze the effectiveness of pruning and the application of biostimulant on the production and growth of teak shoots in the hedge orchard of PT. Solusi Bangun Indonesia. The research employed a factorial randomized complete block design with two factors: pruning (pruned and unpruned) and biostimulant concentrations (0, 1, and 2 ml/L). The results showed that pruning treatment had a highly significant effect (p<0.001) on increasing teak shoot production. Pruning accelerated shoot initiation by 10 days, increased the number of shoots by up to 93%, and doubled the number of nodes per shoot compared to unpruned teak plants. However, pruning did not affect the physical size of the teak shoots. The application of biostimulant and its interaction with pruning did not have a significant effect on all observed variables. In general, pruning can be used to increase the production of teak shoots in pruning gardens to provide shoot material for vegetative propagation through shoot cuttings. Keywords: number of nodes, number of shoots, vegetative propagation, shoot cuttings, shoot size
Collections
- UF - Silviculture [1488]

