Inovasi Pelet Ikan Menggunakan Limbah Sayur dan Lemna sp. untuk Meningkatkan Efisiensi Pakan Budidaya Ikan Nila Oreochromis niloticus
Abstract
Feed is a determining factor in growth and constitutes the largest cost in
production, reaching 60–70%. This is a problem that must be addressed by fish
farmers in Indonesia in order to streamline production. One way to overcome this
problem is to make fish feed from alternative raw materials that are cheaper and
easier to obtain in the local market. The objective of this aquaculture project is to
produce and evaluate the results of an innovative alternative feed product in the
form of pellets made from a combination of kangkung vegetable waste, papaya
leaves, cassava leaves, and Lemna sp. aquatic weeds, which can be used in the
cultivation of Oreochromis niloticus tilapia. This project was carried out in
several stages, namely market survey, pellet production, and pellet testing on a
cultivation scale. The results of the fisheries project show that this innovation of
pellets made from vegetable waste and Lemna sp. is able to increase feed
efficiency in tilapia cultivation by 74,45%. The resulting product has been proven
to be a high-nutrient pellet that meets the nutritional needs of tilapia. Pakan merupakan faktor penentu pertumbuhan dan merupakan biaya
terbesar dalam produksi mencapai 60–70%. Hal ini menjadi permasalahan yang
harus diatasi oleh para pembudidaya ikan di Indonesia dalam mengefisiensikan
produksi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat
pakan ikan dengan bahan baku alternatif yang lebih murah dan mudah diperoleh
di pasar lokal. Tujuan projek perikanan budidaya ini yaitu untuk menghasilkan
dan mengevaluasi inovasi produk pakan buatan alternatif berupa pelet dengan
bahan baku menggunakan kombinasi limbah sayur kangkung, daun pepaya, daun
singkong, dan gulma air Lemna sp. yang dapat digunakan dalam budidaya ikan
nila Oreochromis niloticus. Projek ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan
yaitu survei pasar, pembuatan pelet, dan pengujian pelet dalam skala budidaya.
Hasil projek perikanan menunjukkan bahwa inovasi pelet dengan limbah sayur
dan Lemna sp. ini mampu meningkatkan efisiensi pakan pada budidaya ikan nila
sebesar 74,45%. Produk yang dihasilkan telah terbukti menjadi produk pelet
dengan kandungan nutrisi tinggi yang sesuai dengan kebutuhan ikan nila.

