| dc.description.abstract | Kebakaran hutan dan lahan terjadi pada berbagai jenis ekosistem, termasuk rawa gambut yang terganggu. Tegakan jelutung rawa berpotensi menekan risiko kebakaran, namun menghasilkan serasah sebagai bahan bakar permukaan. Komposisi dan kondisi bahan bakar tersebut sangat menentukan tingkat risiko dan intensitas kebakaran yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi bahan bakar, kadar air bahan bakar, iklim mikro, serta tingkat kerawanan kebakaran pada tegakan jelutung rawa. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pengolahan data dan analisis dilakukan dengan perhitungan biomassa, muatan bahan bakar, kadar air, bobot isi, dan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan estimasi biomassa dan karbon sebesar 76,5 ton/ha dan 35,9 tonC/ha. Kerapatan pohon pada tegakan jelutung rawa sebesar 363,88 ind/ha dengan muatan bahan bakar 17,13 ton/ha. Kondisi iklim mikro meliputi suhu udara 27,32-32,94°C, kelembapan relatif 73,8%-92,77%, intensitas cahaya 1.383,19-4.386,41 lux, suhu tanah 25,12-27,51°C, dan curah hujan 2,30-10,55 mm/hari. Uji korelasi menunjukkan bahwa kondisi hidrologi dan mikroklimat berperan dalam memengaruhi kadar air bahan bakar dengan hubungan positif lemah. Analisis kerawanan menunjukkan kadar air bahan bakar permukaan pada serasah dan gambut sebesar 54,81% dan 167,02% yang menunjukkan kondisi tidak rawan kebakaran. | |