Kajian dan Identifikasi koleksi Spesies Tanaman Obat dan persepsi Masyarakat di Taman Sringanis, Bogor
Abstract
Tanaman obat merupakan bagian penting dari kearifan lokal Indonesia dan berperan sebagai alternatif pengobatan tradisional. Taman Sringanis di Bogor memiliki koleksi tanaman obat yang beragam, namun menghadapi tantangan dalam penerimaan masyarakat terhadap produk herbalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tanaman obat dan produk herbal yang dimanfaatkan oleh Taman Sringanis, menganalisis persepsi masyarakat sekitar serta menilai pengaruh faktor sosio-demografi terhadap persepsi dan pengetahuan tersebut. Produk herbal yang di pasarkan di dominasi oleh ramuan berbahan empon-empon dari famili Zingiberaceae seperti, temulawak dan kunyit hitam. Ramuan tersebut umumnya digunakan untuk mengatasi, hipertensi, diabetes serta meningkatkan stamina tubuh yang merupakan keluhan kesehatan yang banyak di jumpai oleh masyarakat. Hasil identifikasi tanaman obat menunjukkan bahwa Taman Sringanis memiliki 63 spesies dari 36 famili, dengan daun sebagai bagian yang paling sering digunakan. Masyarakat memiliki keterampilan yang baik dalam pemanfaatan tanaman obat serta menunjukkan tingkat kepercayaan yang positif terhadap produk herbal Taman Sringanis, namun tingkat penghasilan merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penerimaan masyarakat terhadap produk herbal oleh Taman Sringanis, keterbatasan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah menjadi faktor penghalang dalam pemanfaatan produk herbal yang tersedia di Taman Sringanis. Medicinal plants are an important part of Indonesia's local wisdom and serve as an alternative traditional medicine. Taman Sringanis in Bogor houses a diverse collection of medicinal plants but faces challenges in community acceptance of its herbal products. This study aimed to identify the medicinal plant species at Taman Sringanis, analyze local community perceptions, and examine the influence of socio-demographic factors. Data were collected from 60 respondents through observation, interviews, and Likert-scale questionnaires, then analyzed descriptively and with chi-square tests. Results showed that Taman Sringanis hosts 63 species from 36 families, with leaves being the most commonly used part. The community demonstrated good knowledge and positive perceptions of herbal products, while only income level significantly influenced perceptions regarding the cost of traditional medicine.

