Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu dan Pengembangan Pemanfaatannya Sebagai Obyek Daya Tarik Wisata di Taman Hutan Raya Banten
Abstract
Kupu-kupu berperan sebagai penyerbuk, bioindikator lingkungan, dan memiliki nilai estetika yang berpotensi dikembangkan sebagai obyek daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman jenis kupu-kupu, menganalisis persepsi dan preferensi pengunjung, serta menyusun rancangan wisata berbasis kupu-kupu di Tahura Banten. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode pollard transect pada tiga tipe habitat, kuesioner, dan wawancara dengan pengelola. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 34 jenis kupu-kupu dari lima famili dengan total 251 individu. Indeks keanekaragaman jenis (H’), kekayaan (Dmg), dan kemerataan (E) tertinggi terdapat pada tipe habitat riparian. Indeks dominansi (D) tertinggi terdapat pada habitat perkebunan yang didominasi spesies Junonia hedonia. Hasil kuesioner dari 60 responden menunjukkan bahwa wisata kupu-kupu berpotensi dikembangkan sebagai wisata edukatif melalui kegiatan interaktif dan media interpretasi. Berdasarkan hasil tersebut disusun dua program wisata, yaitu Jelajah Kupu-Kupu dan Taman Kupu-Kupu di Tahura Banten. Butterflies play important roles as pollinators, environmental bioindicators, and possess aesthetic value that has the potential to be developed as a tourism attraction. This study aimed to identify butterfly species diversity, analyze visitor perceptions and preferences, and develop a butterfly-based tourism design in Tahura Banten (Banten Grand Forest Park). Data collection was conducted using the pollard transect method in three habitat types, questionnaires, and interviews with managers. The results recorded 34 butterfly species from five families with a total of 251 individuals. The highest diversity (H’), richness (Dmg), and evenness (E) indices were found in the riparian habitat type. The highest dominance index (D) was found in the plantation habitat dominated by Junonia hedonia. Questionnaire results from 60 respondents indicated that butterfly tourism has the potential to be developed as educational tourism through interactive activities and interpretive media. Based on these findings, two tourism programs were developed, namely Butterfly Exploration and Butterfly Garden in Tahura Banten.

