| dc.description.abstract | Strok iskemik masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sehingga diperlukan upaya pengembangan model penelitian dan terapi yang lebih efektif. Penelitian ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengembangan model hewan strok iskemik hingga evaluasi terapi potensial berbasis antioksidan kuersetin yang dihantarkan secara intranasal menggunakan sistem nanopartikel.
Pada tahap pertama, dilakukan pembuatan hewan model strok iskemik dengan metode Middle Cerebral Artery Occlusion (MCAO) yang dimodifikasi agar lebih sederhana dan ekonomis. Modifikasi dilakukan menggunakan kateter intravena sebagai okluder arteri serebri media pada tikus Sprague Dawley. Hasil pengamatan klinis menggunakan skala Bederson menunjukkan adanya gangguan fungsi motorik pada kelompok induksi, sedangkan pemeriksaan histopatologi memperlihatkan peningkatan kematian sel saraf, yang menegaskan keberhasilan pembentukan model stroke iskemik. Tahap berikutnya meliputi pengembangan dan karakterisasi nanopartikel albumin berlapis polydopamine (Quercetin–Albumin–Polydopamine Nanoparticles, Q-Alb-PDA NPs) sebagai sistem penghantaran kuersetin melalui rute intranasal. Nanopartikel yang dihasilkan memiliki ukuran seragam (~200 nm), efisiensi penjerapan tinggi (±86%), profil pelepasan obat bertahap hingga 96 jam, serta biokompatibilitas tinggi. Pelapisan polydopamine meningkatkan penyerapan seluler
dan retensi mukosa hidung, yang berpotensi meningkatkan penetrasi ke otak.
Pada tahap terakhir, dilakukan evaluasi efek neuroprotektif kuersetin yang diberikan secara intranasal pada tikus model strok iskemik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada fungsi motorik, penurunan jumlah neuron yang mengalami nekrosis, serta penurunan kadar malondialdehid (MDA) dan peningkatan aktivitas superoksida dismutase (SOD) pada jaringan otak dan serum.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi metode MCAO dapat digunakan untuk menghasilkan model hewan stroke iskemik yang andal, dan bahwa pemberian kuersetin dalam bentuk nanopartikel albumin berlapis polydopamine melalui rute intranasal memiliki potensi besar sebagai terapi awal strok iskemik melalui mekanisme antioksidan dan neuroprotektif. | |