Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorBuono, Agus
dc.contributor.advisorSuroso, Arif Imam
dc.contributor.authorAyuningtias, Jilly
dc.date.accessioned2026-05-29T01:32:37Z
dc.date.available2026-05-29T01:32:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173196
dc.description.abstractIndustri fashion merupakan salah satu industri kreatif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, maupun penyerapan tenaga kerja. Saat ini industri fashion tumbuh dan berkembang pesat, menciptakan ekosistem yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Namun, daya saing industri ini masih menghadapi tantangan besar, seperti ketergantungan pada impor bahan baku, rendahnya kolaborasi antar pelaku rantai pasok, lemahnya pemanfaatan teknologi digital, perubahan permintaan secara mendadak yang mempengaruhi perubahan jumlah pemesanan bahan baku kepada supplier sehingga tidak semua supplier mampu memenuhi pesanannya, ditemukan bahan baku yang cacat, lama waktu pengiriman bahan baku kepada perusahaan dan produk yang dikembalikan kepada perusahaan karena tidak sesuai dengan pesanan, banjirnya produk impor pakaian jadi dan kurangnya inovasi produk. Kondisi tersebut dibutuhkan pendekatan komprehensif yang mampu menggabungkan evaluasi kinerja, analisis kompetitif serta pemodelan strategi untuk peningkatan daya saing industri fashion, untuk itu dibutuhkan pengembangan Model Pengambilan Keputusan untuk Peningkatan Daya Saing Industri Fashion dengan Pendekatan Kolaborasi Rantai Pasok. Model yang diusulkan bertujuan untuk membantu pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi berdasarkan data dan mendorong kolaborasi antara berbagai kelompok. Studi ini menggunakan Metodologi Sistem Lunak (SSM), sebuah metode untuk menganalisis masalah kompleks yang melibatkan banyak orang dan organisasi, dengan tujuan membantu semua pihak yang terlibat mencapai kesepakatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang memadukan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk menilai efisiensi operasional 23 perusahaan fashion muslim di Jakarta sebagai Decision Making Units (DMU), sedangkan analisis kompetitif dilakukan dengan menggunakan Porter’s Five Forces untuk mengukur intensitas persaingan. Selanjutnya, penentuan bobot prioritas strategi dilakukan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) selanjutnya pengukuran indikator kinerja rantai pasok diidentifikasi dan diukur dengan pendekatan Supply Chain Operations Reference-Decision Support (SCOR-DS), dan Analytic Network Process (ANP). Hasilnya kemudian dikombinasikan dengan Balanced Scorecard (BSC) sebagai kerangka formulasi strategi, yang selanjutnya diwujudkan dalam bentuk model pengambilan keputusan. Temuan studi menunjukkan bahwa perusahaan mode menunjukkan tingkat efisiensi yang bervariasi, dengan sekitar sepertiga di antaranya diklasifikasikan sebagai efisien. Waktu tunggu, biaya produksi, ketepatan pengiriman, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan permintaan pasar merupakan faktor utama yang menentukan baik efisiensi maupun daya saing. Analisis SCOR-DS mengungkapkan bahwa indikator kinerja yang paling menentukan daya saing adalah reliability (keandalan pengiriman), responsiveness (kecepatan merespons permintaan), agility (kemampuan beradaptasi), cost (efisiensi biaya), dan asset management (pengelolaan sumber daya). Analisis AHP dan ANP menunjukkan bahwa prioritas strategi peningkatan kinerja lebih berfokus pada kolaborasi vertikal (antara pemasok–produsen–distributor) dibandingkan kolaborasi horizontal (antar produsen). Kebaruan penelitian adalah pengembangan Model Pengambilan Keputusan berbasis SSM yang mengintegrasikan analisis efisiensi operasional (DEA), tekanan persaingan industri (Porter’s Five Forces), penentuan prioritas strategi kolaboratif (AHP), penentuan keterkaitan antar elemen satu dengan yang lain (ANP) dan peta strategi yang menghubungkan tujuan strategis dan indikator kinerja (BSC). Model ini tidak hanya mampu bersifat evaluatif, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang terstruktur dan siap diimplementasikan melalui model pengambilan keputusan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pengambilan Keputusan dengan pendekatan kolaborasi rantai pasok dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan memberikan keunggulan strategis bagi industri fashion Indonesia. Kontribusi penelitian ini bersifat teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan yang ada mengenai integrasi Analisis Envelope Data (DEA), Lima Kekuatan Porter, Proses Hirarki Analitis (AHP), Desain Referensi Operasi Rantai Pasokan dan Pasokan (SCOR-DS), Proses Jaringan Analitis (ANP), dan metodologi Kartu Skor Seimbang dalam pengembangan Model Pengambilan Keputusan di industri fashion. Secara praktis, model pengambilan keputusan ini menyediakan alat strategis bagi pemangku kepentingan industri dan berfungsi sebagai landasan untuk pembentukan kebijakan pemerintah terkait industri mode nasional. Namun, keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan datanya, yang terbatas pada perusahaan mode Muslim yang beroperasi di Jakarta; oleh karena itu, penerapan model ini memerlukan perluasan untuk mencakup wilayah geografis lainnya. Selain itu, aspek sosial, lingkungan dan keberlanjutan belum digali secara mendalam, sehingga menjadi peluang penelitian lanjutan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan daya saing industri fashion Indonesia dapat dicapai melalui kolaborasi rantai pasok yang efektif dan pengambilan keputusan berbasis DSS.
dc.description.sponsorshipBPSDMI Kementerian Perindustrian
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePrototipe Model Pengambilan Keputusan Peningkatan Daya Saing Industri Fashion Muslim Dengan Pendekatan Kolaborasi Rantai Pasokid
dc.title.alternativePrototype of a Decision-Making Model for Enhancing the Competitiveness of the Muslim Fashion Industry through a Supply Chain Collaboration Approach
dc.typeDisertasi
dc.subject.keyworddaya saingid
dc.subject.keywordindustri fashionid
dc.subject.keywordKolaborasi Rantai Pasokid
dc.subject.keywordmodel pengambilan keputusanid
dc.subject.keywordPengukuran Kinerjaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record