Show simple item record

dc.contributor.advisorKusrini, Mirza Dikari
dc.contributor.advisorMardiastuti, Ani
dc.contributor.authorASRIJAYA, ANDI ANISYA ANINDYA
dc.date.accessioned2026-05-26T07:32:06Z
dc.date.available2026-05-26T07:32:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173183
dc.description.abstractSuaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR) merupakan pulau kecil di Kepulauan Seribu yang dikenal sebagai habitat penting bagi burung air. Namun berbagai gangguan ekologis seperti aktivitas manusia, akumulasi sampah laut, serta peristiwa tumpahan minyak berpotensi memengaruhi kondisi ekosistem dan keanekaragaman fauna lain, termasuk reptil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi populasi biawak air Asia (Varanus salvator), pola distribusi, serta mendata keberadaan reptil lain dalam konteks pascainsiden tumpahan minyak di Pulau Rambut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei sensus menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) pada 49 grid pengamatan yang mencakup berbagai tipe habitat di pulau tersebut. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu untuk estimasi populasi, kelas umur, aktivitas individu saat dijumpai, lokasi bersarang, kondisi lingkungan, serta titik koordinat perjumpaan untuk analisis distribusi spasial. Selama 24 hari pengamatan tercatat sebanyak 392 perjumpaan biawak air Asia dengan estimasi jumlah populasi tertinggi mencapai 35 individu. Rata-rata ukuran populasi harian diperkirakan sebesar 16,33 individu, dengan rata-rata perjumpaan sekitar 8 individu per grid pengamatan (n=49). Perbandingan dengan data tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya penurunan estimasi populasi yang signifikan hingga 228 individu dengan kepadatan populasi sebesar 5,06 individu per hektar. Struktur umur populasi didominasi oleh individu dewasa tua (47,4%), sedangkan proporsi juvenil relatif rendah (17,3%). Aktivitas biawak saat perjumpaan didominasi oleh mobilitas (34,44%), diikuti aktivitas mencari makan (28,57%) dan berenang (15,31%), sedangkan aktivitas seperti kawin, menggali tanah, dan minum tergolong jarang dijumpai. Analisis distribusi spasial menghasilkan pola penyebaran yang tidak merata dan cenderung berkelompok (clumped), dengan konsentrasi populasi di beberapa spot habitat tertentu. Analisis feses menunjukkan keberadaan sisa pakan alami dan juga ditemukan material plastik. Selain biawak air Asia, penelitian ini mencatat keberadaan 7 spesies reptil lain, lebih rendah dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 11 spesies pada tahun 2018. Simpulan dari penelitian ini menegaskan adanya perubahan populasi dan distribusi dari biawak air Asia maupun reptil lain yang berkorelasi secara spasial dan temporal. Hal tersebut diduga dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor seperti dampak kontaminasi tumpahan minyak, akumulasi sampah laut, serta tekanan perubahan iklim, namun tidak dapat disimpulkan sebagai hubungan kausal langsung. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pencemaran dan perubahan iklim terhadap struktur populasi serta keberlanjutan ekosistem pulau kecil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar bagi pengelolaan konservasi Pulau Rambut yang selama ini lebih berfokus pada burung air, agar juga mempertimbangkan peran penting reptil sebagai predator puncak dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
dc.description.sponsorshipStudi ini merupakan bagian dari proyek monitoring mangrove, burung air dan reptil di Suaka Margasatwa Pulau Rambut setelah tumpahan minyak yang diberikan kepada Ani Mardiastuti oleh The Osaka Gas Foundation of International Cultural Exchange (OGFICE) melalui Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) di IPB University yang telah memberikan bantuan pendanaan tambahan.
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEstimasi Populasi Biawak Air Asia dan Distribusi Reptil Pasca-Insiden Tumpahan Minyak di Pulau Rambut, Jakarta.id
dc.title.alternativePopulation Estimation of the Asian Water Monitor and Distribution of Reptiles Following an Oil Spill Incident on Pulau Rambut, Jakarta.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBiawak air Asiaid
dc.subject.keywordpopulasiid
dc.subject.keywordpulau kecilid
dc.subject.keywordreptil terestrialid
dc.subject.keywordtumpahan minyakid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record