Show simple item record

dc.contributor.advisorIswantini, Dyah
dc.contributor.advisorPurwaningsih, Henny
dc.contributor.advisorRahminiwati, Min
dc.contributor.authorPajriah, Siti Martinah
dc.date.accessioned2026-05-26T00:00:41Z
dc.date.available2026-05-26T00:00:41Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173174
dc.description.abstractInflamasi merupakan respons imun terhadap patogen, zat asing, atau kerusakan sel yang melibatkan mediator seperti enzim siklooksigenase-2 (COX-2) serta sitokin proinflamasi TNF-a dan IL-6. Penggunaan obat antiinflamasi sintetis sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Daun sembung (Blumea balsamifera), binahong (Anredera cordifolia), dan meniran (Phyllanthus niruri) diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan flavonoid total dan aktivitas antiinflamasi ekstrak tunggal maupun kombinasi ketiga tanaman tersebut serta mengkaji potensi efek sinergisnya. Sampel daun diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan etanol 70%, kemudian dianalisis fitokimia untuk mengidentifikasi metabolit sekunder. Kandungan flavonoid total ditentukan secara spektrofotometri menggunakan kuersetin sebagai standar. Aktivitas antiinflamasi diuji melalui inhibisi denaturasi albumin, inhibisi COX-2 menggunakan metode ELISA, serta pengukuran sitokin TNF-a dan IL-6 pada sel makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS). Kombinasi ekstrak disiapkan dalam beberapa rasio, sementara identifikasi metabolit dilakukan menggunakan Liquid Chromatography–High Resolution Tandem Mass Spectrometry (LC-HRMS/MS), yang berfungsi untuk memisahkan, mendeteksi, dan mengidentifikasi senyawa berdasarkan massa molekul secara akurat. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA untuk menentukan adanya perbedaan signifikan antarkelompok perlakuan, yang kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey untuk mengidentifikasi perlakuan kelompok yang menunjukkan perbedaan signifikan secara spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% menghasilkan rendemen dan kandungan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak air, dengan nilai total flavonoid pada ekstrak tunggal etanolik sembung sebesar 35,27 mg QE/g, sedangkan pada kombinasi S:B:M (1:0:1) meningkat menjadi 40,24 mg QE/g. Uji denaturasi albumin menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memberikan persentase inhibisi yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak tunggal, dengan nilai inhibisi pada kombinasi S:B:M (1:0:1) sebesar 76,46%, yang mengindikasikan adanya efek sinergis. Selain itu, aktivitas inhibisi COX-2 pada kombinasi ekstrak tergolong sangat kuat, dengan kombinasi S:B:M (1:0:1) menunjukkan nilai IC50 terendah. Analisis LC-HRMS/MS mengidentifikasi berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid seperti kaempferol, isorhamnetin, rutin, isoquercetin, dan tricin, serta senyawa fenolik dan terpenoid yang berkontribusi terhadap aktivitas antiinflamasi. Selain itu, uji sitokin menunjukkan bahwa ekstrak, khususnya dalam bentuk kombinasi, mampu menghambat produksi TNF-a dan IL-6 secara signifikan. Mekanisme aksi diduga melalui penghambatan jalur NF-?B dan modulasi mediator inflamasi. Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak daun sembung, binahong, dan meniran menunjukkan aktivitas antiinflamasi in vitro yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak tunggal, dengan formulasi S:B:M (1:0:1) sebagai yang paling potensial. Aktivitas ini berkaitan dengan kandungan flavonoid dan metabolit bioaktif lainnya yang bekerja secara sinergis dalam menghambat COX-2 dan sitokin proinflamasi. Temuan ini menunjukkan bahwa formulasi poliherbal memiliki potensi sebagai agen anti-inflamasi alami, meskipun studi lanjutan secara in vivo masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya.
dc.description.sponsorshipPrime Step Innovation Development Grant Program for IPB University Lecturers Year 2025 (No. 39064/IT.3/HK.07.00/P/T/2025)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Sembung, Binahong, Dan Meniran Secara In Vitro Dan Karakterisasi Metabolit Sekunder Menggunakan LC-HRMS/MSid
dc.title.alternativeAnti-Inflammatory Activity of Sembung, Binahong, and Phyllanthus Leaf Extracts in Vitro and Characterization of Secondary Metabolites Using LC-HRMS/MS
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAnredera cordifoliaid
dc.subject.keywordBlumea balsamiferaid
dc.subject.keywordCOX-2id
dc.subject.keywordinflamasiid
dc.subject.keywordPhyllanthus niruri L.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record