PENJADWALAN APLIKASI PUPUK HAYATI PROVIBIO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS PADI IF20
Date
2026Author
Oktaviyandi, Iqballzah
Santosa, Dwi Andreas
Fitriyani, Indri Hapsari
Metadata
Show full item recordAbstract
Pupuk hayati merupakan inovasi pertanian berkelanjutan yang mengandung
mikroorganisme fungsional untuk meningkatkan ketersediaan hara dan kesuburan
tanah salah satunya yaitu Provibio yang memiliki sembilan mikroorganisme
bermanfaat bagi tumbuhan yaitu: bakteri penambat N2 (Azospirillum lipoferum
ICBB 6088 dan Azotobacter vinelandii ICBB 9098), bakteri pembentuk bintil akar
(Bradyrhizobium japonicum ICBB 9251), produsen hormon tumbuh (Lactobacillus
sp. ICBB 6099), mikrob pengurai bau (Saccharomyces cerevisiae ICBB 8808),
pengurai selulosa (Microbacterium lactium ICBB 7125), pengurai lignin
(Phanerochaete sp. ICBB 9182), dekomposer (Paenibacillus macerans ICBB
8810), dan bakteri pengendali hama (Bacillus thuringiensis ICBB 6095). Penelitian
dilaksanakan Mei sampai Desember 2025 di ICBB dan Laboratorium Unggulan
Pusat studi Bioteknologi IPB. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan. Percobaan lapang
dilakukan dengan menggunakan petak berukuran 2,5 × 2,5 m, dengan perlakuan
sebagai berikut P0.K1 (50% pupuk kimia), P0.K2 (100% pupuk kimia), P1.K1
(Provibio + KNO3 + 50% pupuk kimia), dan P2.K1 (Provibio + ZnSO4·7H2O +
CuSO4 + 50% pupuk kimia). Parameter yang diamati meliputi total mikrob tanah
(TPC), aktivitas enzim, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, dan KTK. Data
dianalisis menggunakan uji lanjut DMRT. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi
Provibio dan pupuk kimia 50% meningkatkan aktivitas mikrob tanah, kandungan
C-organik, serta efisiensi pemupukan dibandingkan perlakuan tunggal pupuk
kimia. Perlakuan kombinasi juga mampu mempertahankan produktivitas padi
dengan penggunaan pupuk kimia yang lebih rendah. Disimpulkan bahwa integrasi
pupuk hayati dan pupuk Urea, SP36, dan KCL berpotensi meningkatkan kesuburan
tanah dan produktivitas padi secara lebih efisien dan berkelanjutan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi dan penjadwalan Provibio
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi IF20 pada fase vegetatif, serta
menentukan kombinasi dosis dan waktu pengaplikasi pupuk yang optimal untuk
tanaman padi. Biofertilizer are a sustainable agriculture innovation containing function
microorganisms that enhance nutrient availability and soil fertility. One such
product is Provibio, which consist of nine beneficial microorganisms for plants,
namely: nitrogen-fixing bacteria (N2) (Azospirillum lipoferum ICBB 6088 and
Azotobacter vinelandii ICBB 9098), root nodule-forming bacteria (Bradyrhizobium
japonicum ICBB 9251), plant growth hormone producers (Lactobacillus sp. ICBB
6099), odor-degrading microbes (Saccharomyces cerevisiae ICBB 8808),
cellulose-degading microbes (Microbacterium lactium ICBB 7125), lignin
degading microbes (Phanerochaete sp. ICBB 9182), decomposers (Paenibacillus
macerans ICBB 8810), and pest-controlling bacteria (Bacillus thuringiensis ICBB
6095). This study was conducted from May to December 2025 at ICBB and center
of excellence Laboratory, IPB Biotechnology Center. The experimental design
used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with four treatments.
Field experiments were carried out using plots measuring 2.5 x 2.5 m, with the
following treatments: P0.K1 (50% chemical fertilizer), P0.K2 (100% chemical
fertilizer), P1.K1 (Provibio + KNO3 + 50% chemical fertilizer), and P2.K1
(Provibio + Provibio + ZnSO4·7H2O + CuSO4 + 50% chemical fertilizer). Observed
parameters included total soil microbes (TPC), enzyme activity, pH, organic C, total
N, available P, and cation exchange capacity (CEC). Data were analyzed using the
Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the combination of
Provibio and 50% chemical fertilizer increased soil microbial activity, organic C
content, and fertilization efficiency compared to the single application of chemical
fertilizers. The combined treatment was also able to maintain rice productivity with
reduced chemical fertilizer usage. It can be concluded that the integration of
biofertilizers with Urea, SP36, and KCL fertilizers has the potential to improve soil
fertility and rice productivity in a more efficient and sustainable manner. Therefore,
this study aims to analyze the effect of Provibio application and scheduling on the
growth and yield of IF20 rice during the vegetative phase, as well as to determine
the optimal combination of dosage and application timing for rice cultivation.

