VARIASI FLUKS GAS CO2, CH4, DAN N2O PADA INTERFACE TANAH-UDARA DAN AIR-UDARA DI EKOSISTEM MANGROVE : TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS
Abstract
Hutan mangrove, yang dikenal sebagai ekosistem “karbon biru”, memainkan peran penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon secara efisien. Namun, perubahan penggunaan lahan dan aktivitas antropogenik berpotensi mengganggu keseimbangan tersebut serta meningkatkan pelepasan gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis variasi fluks tiga GRK utama, yaitu karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O), pada ekosistem mangrove secara global melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa fluks GRK pada mangrove global memperlihatkan variasi yang cukup tinggi antar studi, dengan nilai rata-rata sebesar 133,17 ± 17,93 mg CO2 m-2 j-1; 203,58 ± 43,87 µg CH4 m-2 j-1, dan 10,48 ± 2,56 µg N2O m-2 j-1. Jumlah publikasi yang membahas CO2 (n = 69) lebih banyak dibandingkan CH4 (n = 49) dan N2O (n = 17), menunjukkan adanya ketimpangan fokus penelitian antar gas. Variasi nilai fluks yang teridentifikasi mengindikasikan pengaruh faktor lingkungan dan karakteristik lokasi terhadap dinamika emisi dan serapan GRK di ekosistem mangrove. Oleh karena itu, penelitian di masa mendatang perlu memperluas cakupan dan kedalaman analisis, khususnya terhadap CH4 dan N2O, untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran mangrove dalam siklus karbon global.

