Show simple item record

dc.contributor.advisorAmzu, Ervizal
dc.contributor.authorWardayanti, Gina
dc.date.accessioned2026-05-20T04:21:28Z
dc.date.available2026-05-20T04:21:28Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173117
dc.description.abstractMasyarakat di Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa memanfaatkan sebanyak 71 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 39 famili sebagai bahan pengobatan tradisional untuk berbagai kelompok penyakit. Habitus tumbuhan yang paling dominan adalah pohon (43,7%), sedangkan famili yang paling banyak ditemukan adalah Zingiberaceae. Tipe habitat tumbuhan meliputi pekarangan, kebun, hutan, dan sawah, dengan pekarangan sebagai lokasi terbanyak ditemukannya spesies. Bagian tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan adalah daun dengan metode pengolahan utama berupa perebusan dan penumbukan, serta cara penggunaan yang umumnya diminum. Terdapat 10 jenis penyakit yang paling umum diderita oleh masyarakat dan seluruhnya telah memiliki tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan. Analisis kuantitatif menggunakan Index Consensus (IC), Use Value (UVs), dan Index of Cultural Significance (ICS) mengidentifikasi sebanyak 17 spesies yang memiliki nilai kepentingan budaya dan nilai guna tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan sekaligus menyimpan potensi pengembangan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
dc.description.abstractThe community in Baru Tahan Village, North Moyo District, Sumbawa Regency, utilizes 71 plant species belonging to 39 families as traditional remedies for various ailments. The dominant plant habitat is trees (43.7%), while the most common family is Zingiberaceae. Plant habitat types include yards, gardens, forests, and rice fields, with yards being the location where most species are found. The most frequently used plant part is the leaves, with the primary processing methods being boiling and pounding, and the most common method of application being drinking. There are 10 common diseases suffered by the community, and all of them have plants used as alternative treatments. Quantitative analysis using the Consensus Index (IC), Use Value (UVs), and the Index of Cultural Significance (ICS) identified 17 species with high cultural and utility value, thus potentially worthy of further development. The results of this study demonstrate that local knowledge plays a crucial role in health maintenance and holds potential for sustainable biological resource development.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEtnobioprospeksi Tumbuhan Obat Masyarakat Suku Samawa di Desa Baru Tahan, Moyo Utara, Sumbawaid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordetnobioprospeksiid
dc.subject.keywordEthnobioprospectionid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record