Show simple item record

dc.contributor.advisorAgungpriyono, Srihadi
dc.contributor.advisorSudarnika, Etih
dc.contributor.advisorPisestyani, Herwin
dc.contributor.authorHidayah, Dinda Nur
dc.date.accessioned2026-05-15T05:59:35Z
dc.date.available2026-05-15T05:59:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173081
dc.description.abstractPasar unggas hidup merupakan simpul penting dalam sistem distribusi unggas di Indonesia karena mempertemukan berbagai jenis dan sumber unggas dalam satu lingkungan yang padat dan dinamis. Kondisi ini berpotensi menjadi titik akumulasi agen penyakit apabila tidak didukung praktik pengelolaan yang memadai. Interaksi intensif antara unggas, pedagang, konsumen, serta lingkungan pasar menjadikan pasar unggas hidup sebagai ruang dengan potensi risiko kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan secara simultan. Biosekuriti di pasar unggas hidup menjadi komponen kunci dalam meminimalkan risiko tersebut, melalui penerapan pemisahan spesies, pembersihan dan disinfeksi rutin, pengelolaan limbah yang aman, serta pengendalian pergerakan unggas. Namun, implementasi biosekuriti di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur sanitasi, lemahnya pengawasan, dan belum optimalnya kepatuhan terhadap regulasi. World Health Organization melalui Healthy Food Market Programme (HFMP) menekankan bahwa pasar pangan, termasuk pasar unggas hidup, perlu memenuhi standar higiene dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan zoonosis dan peningkatan keamanan pangan. Dalam konteks ini, pendekatan One Health menjadi relevan karena menempatkan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan dalam satu kerangka risiko yang saling terhubung. Avian Influenza (AI) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan menyerang berbagai jenis unggas. Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) seperti H5N1 bersifat sangat virulen dan berpotensi menular ke manusia, sehingga menjadi ancaman serius secara global. Virus ini mampu mengalami mutasi dan reassortment yang menghasilkan varian baru dengan tingkat patogenisitas berbeda. Sejak kemunculannya di Indonesia pada 2003, HPAI H5N1 telah menjadi endemik dan terus berevolusi, dengan dinamika klade yang menunjukkan sirkulasi virus yang berkelanjutan dalam sistem perunggasan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan biosekuriti serta implikasi multisektor terhadap risiko HPAI di sembilan pasar unggas hidup di wilayah Bogor menggunakan pendekatan One Health. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan uji serologis Hemagglutination Inhibition (HI) terhadap antibodi H5N1 klade 2.1.3.2 dan 2.3.2. Hasil menunjukkan bahwa 100% pedagang menjual unggas tanpa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), 77,8% mencampur unggas dari berbagai sumber, dan 88,9% pasar tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah cair. Hewan liar ditemukan di 66,7% pasar. Secara serologis, antibodi terhadap H5N1 klade 2.1.3.2 dan 2.3.2 terdeteksi terutama pada ayam layer dan broiler, mengindikasikan adanya riwayat paparan virus sebelum atau selama distribusi. Analisis kesenjangan terhadap standar WHO HFMP menunjukkan sebagian besar pasar masih lemah pada aspek pemisahan, disinfeksi, dan manajemen limbah. Temuan ini memperlihatkan bahwa pasar unggas hidup berpotensi sebagai titik konsolidasi risiko, dengan implikasi terhadap kesehatan hewan, potensi paparan zoonosis pada manusia, serta kontaminasi lingkungan. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi terintegrasi dengan pendekatan One Health yang mencakup peningkatan infrastruktur sanitasi, penerapan wajib SKKH untuk unggas yang dijual, pengawasan rutin oleh pengelola pasar, serta pelatihan biosekuriti bagi pedagang. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian HPAI dan mendukung terciptanya pasar unggas hidup yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
dc.description.abstractLive bird markets (LBMs) represent a critical node in Indonesia’s poultry distribution system, as they bring together different poultry species originating from multiple sources within dense and dynamic environments. Such conditions create potential points of pathogen accumulation when market management practices are inadequate. The close interaction between poultry, traders, consumers, and the surrounding environment positions LBMs as spaces where animal, human, and environmental health risks may converge simultaneously. Biosecurity in live bird markets is therefore a key component in mitigating these risks, encompassing species segregation, routine cleaning and disinfection, proper waste management, and control of poultry movement. However, the implementation of biosecurity measures in Indonesia remains suboptimal due to limited sanitation infrastructure, weak regulatory enforcement, and low compliance among traders. The World Health Organization, through its Healthy Food Market Programme (HFMP), emphasizes the importance of hygiene standards and environmental management in food markets as part of zoonotic disease prevention and food safety improvement. Within this framework, the One Health approach provides a comprehensive perspective by recognizing the interconnectedness of animal, human, and environmental health. Avian Influenza (AI) is a contagious disease caused by influenza A viruses affecting various poultry species. Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI), such as H5N1, is highly virulent and has zoonotic potential, posing significant global threats to animal health, public health, and economic stability. The virus is characterized by its ability to mutate and undergo genetic reassortment, generating new variants with varying levels of pathogenicity. Since its emergence in Indonesia in 2003, HPAI H5N1 has become endemic in poultry populations and continues to evolve, reflecting sustained viral circulation within the poultry production and marketing system. This study aimed to assess biosecurity implementation and its multisectoral implications for HPAI risk in nine live bird markets in Bogor using a One Health approach. Data were collected through observations, interviews, and structured questionnaires, alongside poultry blood sampling for serological testing. Antibodies against H5N1 clades 2.1.3.2 and 2.3.2 were detected using the Hemagglutination Inhibition (HI) assay. The findings revealed that 100% of traders sold poultry without Animal Health Certificates, 77.8% mixed poultry from different sources, and 88.9% of markets lacked liquid waste treatment facilities. The presence of free-ranging animals, such as cats and wild birds, was observed in 66.7% of markets. Serological results indicated antibodies against H5N1 clades 2.1.3.2 and 2.3.2, predominantly in layer chickens and broilers, suggesting prior exposure to the virus before or during distribution. Gap analysis against WHO HFMP standards showed that most markets were deficient in segregation, disinfection, and waste management practices. These conditions suggest that live bird markets may function as consolidation points of risk, with implications not only for poultry health but also for zoonotic exposure in humans and environmental contamination. These findings highlight the need for integrated interventions through a One Health approach, including improved sanitation infrastructure, mandatory health certification, regular inspections, and trader biosecurity training. Strengthening these measures will support effective HPAI prevention and promote healthier and safer live bird market systems.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcVeterinary Diseasesid
dc.titlePenilaian Biosekuriti dan Implikasi Multisektor dari Risiko Highly Pathogenic Avian Influenza Pada Pasar Unggas Hidup Di Wilayah Bogorid
dc.title.alternativeBiosecurity Assesment and Multisector Implications on Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) Risk in Live Bird Markets of Bogor Region
dc.typeTesis
dc.subject.keywordavian influenzaid
dc.subject.keywordbiosekuritiid
dc.subject.keywordHFMPid
dc.subject.keywordone healthid
dc.subject.keywordpasar unggas hidupid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record