Prevalensi Kejadian Kawin Berulang pada Sapi dan Metode Penanganannya
Date
2026Author
Wardana, Prawira Eka
Setiadi, Mohamad Agus
Prasetyaningtyas, Wahono Esthi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kawin berulang (repeat breeder) adalah kondisi pada hewan yang mengalami kegagalan untuk menjadi bunting setelah dilakukan perkawinan lebih dari 2 kali dengan siklus estrus yang normal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kejadian kawin berulang serta mengidentifikasi faktor penyebab dan teknik penanganan di berbagai negara selama periode 2020-2025. Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari jurnal ilmiah tentang kasus kawin berulang sebagai data sekunder. Artikel dicari di web google scholar dengan kata kunci “repeat breeder prevalence” diperoleh enam belas (16) artikel. Data yang dikumpulkan dirangkum dalam bentuk tabulasi meliputi jumlah kasus, faktor penyebab, cara penanganan dan tingkat keberhasilan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat prevalensi kejadian kawin berulang berkisar antara 23,6-65% dari sekitar 7499 ekor. Faktor penyebab meliputi abnormalitas saluran reproduksi, gangguan kontraktilitas uterus, gangguan hormonal, kualitas oosit yang rendah, penurunan regulasi gen, ketidaktepatan waktu inseminasi, kesalahan deteksi estrus, manajemen peternakan yang kurang optimal, dan endometritis. Teknik penanganan yang dilaporkan meliputi pemberian antibiotik, perbaikan siklus hormonal, dan perbaikan lingkungan uterus. Manajemen pengelolaan peternakan, pendidikan peternak, serta pemberian pakan ikut berkontribusi pada kejadian kawin berulang. Secara umum, kejadian kawin berulang dapat ditangani secara efektif apabila terapi dan manajemen disesuaikan dengan kausa penyebab kejadian.

