Sifat Fisik Dan Retensi Air Tanah Berdasarkan Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.).
Date
2026Author
ADINDA, DWI PERMATA
Tarigan, Suria Darma
Baskoro, Dwi Putro Tejo
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, namun keberlanjutan produksinya sangat ditentukan oleh kualitas tanah sebagai media tumbuh. Aktivitas pengelolaan kebun yang berlangsung dalam jangka panjang, seperti pemupukan, pemanenan, dan pemeliharaan piringan, berpotensi memengaruhi sifat fisik tanah seperti distribusi pori, serta kemampuan tanah dalam menyimpan dan menyediakan air bagi tanaman. Perubahan kondisi tersebut dapat terjadi seiring bertambahnya umur tanaman dan perbedaan zona pengelolaan di dalam kebun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur tanaman kelapa sawit terhadap sifat fisik dan retensi air tanah pada zona gawangan hidup dan piringan. Penelitian dilakukan pada tanaman berumur 7 dan 11 tahun di PT. AMP Plantation Unit 1, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan tiga ulangan pada tanah Ultisol Palembayan. Parameter yang diamati meliputi bobot isi, porositas, retensi air (KAKL dan TLP), infiltrasi, dan C-organik tanah. Data yang diperoleh dari seluruh parameter tersebut kemudian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan, serta analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan umur tanaman kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan retensi air tanah di zona gawangan hidup dan piringan pada parameter bobot isi, porositas, dan KAKL. Pada tanaman berumur 11 tahun, nilai bobot isi cenderung lebih tinggi, sedangkan porositas dan KAKL lebih rendah dibandingkan dengan tanaman berumur 7 tahun. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan kemampuan tanah dalam menahan air seiring dengan meningkatnya umur tanaman. Pori air tersedia menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dengan kadar air kapasitas lapang dan C-organik, serta hubungan negatif yang kuat dengan bobot isi. Intensitas pengelolaan yang lebih tinggi dan vegetasi penutup bawah seperti rerumputan yang lebih jarang pada tanaman tua menyebabkan kualitas fisik tanah cenderung menurun.

