IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      RESILIENSI PETANI PADI MENGHADAPI TEKANAN PERUBAHAN IKLIM: IMPLIKASI TERHADAP MODEL PENYULUHAN PERTANIAN

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (539.4Kb)
      Fulltext (2.727Mb)
      Lampiran (825.2Kb)
      Date
      2026
      Author
      Azhari, Rafnel
      Amanah, Siti
      Fatchiya, Anna
      Rilus
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya tekanan perubahan iklim yang dialami oleh petani padi di Indonesia. Tekanan yang terjadi menyebabkan stagnasi dalam pencapaian sasaran Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus kerentanan (vulnerability) pada rumah tangga petani. Hal ini menunjukkan perlunya merancang tata kelola pertanian dengan perspektif resiliensi. Kemampuan petani untuk mengatasi berbagai tekanan baik jangka pendek maupun jangka panjang dikonseptualisasikan sebagai resiliensi. Sampai saat ini, tingkat kerentanan petani padi masih tinggi, sehingga penelitian ini merumuskan masalah yang diteliti yakni tingginya tingkat kerentanan padi akibat perubahan iklim dan bagaimana dengan tingkat resiliensinya. Tiga teori utama melandasi penelitian disertasi ini, yakni teori penyuluhan, kapasitas resiliensi dan penghidupan berkelanjutan. Teori penyuluhan perubahan iklim menyebutkan tiga cara yang dapat dilakukan oleh penyuluhan pertanian untuk membantu petani menghadapi tekanan perubahan iklim: (1) memfasilitasi petani dan menerapkan kebijakan serta program yang sesuai, (2) menyediakan informasi dan memandu pengelolaan metode pertanian baru, dan (3) mengembangkan kapasitas penyuluh menghadapi tekanan perubahan iklim. Kerangka teori ini digunakan untuk membangun variabel penyelenggaraan penyuluhan dan melihat pengaruhnya terhadap resiliensi petani terhadap perubahan iklim. Teori kedua adalah teori resiliensi yang menekankan bahwa resiliensi adalah kemampuan petani untuk mengatasi tekanan yang terjadi dan juga bertransformasi menjadi lebih baik. Terdapat tiga kapasitas resiliensi yang perlu dibangun dan dikembangkan, yakni kapasitas stabilisasi, adaptasi dan kapasitas transformasi. Teori ketiga adalah teori penghidupan berkelanjutan yang menekankan strategi penghidupan dapat menjadi respon terhadap berbagai bentuk tekanan dan guncangan yang terjadi. Teori ini menyebutkan bahwa strategi penghidupan berkelanjutan mencakup lima modal, yakni modal manusia, modal ekonomi, modal sosial, modal fisik dan modal alam. Dalam beberapa dasawarsa terakhir, pertanian pangan yang paling banyak mendapatkan tekanan perubahan iklim adalah usahatani padi. Data BPS 2023 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil padi nomor dua terbesar di Indonesia dengan produksi padi mencapai 9,10 juta ton gabah kering giling. Jawa Barat juga merupakan daerah yang mengalami kerugian ekonomi paling tinggi akibat perubahan iklim untuk sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan rumah tangga petani padi, menganalisis resiliensi petani padi di Jawa Barat, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap resiliensi petani padi, menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani padi dan faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan model penyuluhan pertanian untuk mewujudkan resiliensi petani padi. Metode survei yang dilakukan di dua kabupaten di Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Karawang yang mewakili wilayah pertanian intensif dan Kabupaten Subang yang mewakili wilayah pertanian semi intensif. Sejumlah 371 petani dipilih dari 5.083 petani padi yang merupakan anggota kelompok tani padi di delapan desa di Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, serta kelompok tani padi di empat desa di Kecamatan Pabuaran dan Kalijati. Kriteria petani terpilih adalah petani padi skala kecil yang mengelola usahataninya. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menerapkan statistik induktif sedangkan analisis kualitatif digunakan sebagai pelengkap analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerentanan rumah tangga petani padi di wilayah lumbung pangan Provinsi Jawa Barat berada pada kategori cukup rentan, dengan nilai LVI sebesar 0,47 (Karawang) dan 0,43 (Subang). Karawang yang merupakan daerah pinggiran kota dengan pertanian padi intensif, menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan Subang yang merupakan wilayah pedesaan dengan karakter pertanian semi intensif. Komponen utama yang menyebabkan kerentanan di Karawang adalah strategi penghidupan (0,61), jaringan sosial (0,47), kesehatan (0,32), pangan (0,46), air (0,68), serta bencana alam dan variabilitas iklim (0,54). Petani di Subang lebih rentan dibandingkan petani di Karawang pada dua komponen utama, yaitu sosiodemografi (0,46) dan lahan (0,31). Nilai LVI-IPCC untuk Kabupaten Karawang dan Subang masing-masing adalah 0,03 dan 0,02. Kedua kabupaten termasuk dalam kategori cukup rentan berdasarkan penilaian LVI-IPCC. Kapasitas resiliensi petani padi mencakup tiga dimensi, yaitu kapasitas stabilisasi, adaptasi dan transformasi. Kapasitas stabilisasi petani padi di Kabupaten Karawang berada pada kategori rendah (42,91) sedangkan petani padi di Kabupaten Subang berada pada kategori tinggi (50,30). Dalam hal kapasitas adaptasi, Kabupaten Subang dan Karawang berada pada kategori rendah dengan nilai masing-masing yakni 38,24 dan 33,22. Kapasitas transformasi petani padi di Karawang berada pada kategori sangat rendah, dengan nilai indeks 16, sedangkan Subang berada pada kategori rendah dengan nilai indeks 32. Tingkat keberlanjutan usahatani padi diukur melalui tiga dimensi utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang masing-masing dibagi ke dalam empat kategori keberlanjutan, yaitu (i) terjadi penurunan, (ii) tidak ada perubahan, (iii) peningkatan tinggi, dan (iv) peningkatan sangat tinggi. Keberlanjutan usahatani dalam aspek ekonomi di Kabupaten Karawang berada pada kategori terjadi penurunan dengan nilai indeks 17,43 dan Kabupaten Subang berada pada kategori tidak ada perubahan dengan nilai indeks 34,60. Keberlanjutan usahatani dalam aspek sosial di Kabupaten Karawang dan Subang berada pada kategori tidak ada perubahan dengan nilai indeks masing-masing 33,84 dan 37,34. Keberlanjutan usahatani dalam aspek lingkungan di Kabupaten Karawang berada pada kategori terjadi penurunan dengan nilai indeks 16,28 dan Kabupaten Subang berada pada kategori tidak ada perubahan dengan nilai indeks 25,85. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapasitas resiliensi petani padi, meliputi modal manusia, penyelenggaraan penyuluhan, modal alam, modal sosial dan modal finansial. Faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usahatani padi dalam hal modal manusia, penyelenggaraan penyuluhan, modal alam, modal fisik, modal sosial dan kapasitas resiliensi petani. Model penyuluhan untuk meningkatkan resiliensi petani padi terhadap perubahan iklim yang dibangun adalah model penyuluhan pluralistik-best fit berbasis modal penghidupan di tingkat lokal. Model tersebut tersusun atas lima komponen, yaitu kondisi kontekstual, karakteristik penyuluhan pertanian dalam sistem inovasi, kinerja kualitas layanan penyuluhan, hasil pada rumah tangga petani dan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoritis terhadap pengembangan teori kapasitas resiliensi dan teori penyuluhan pertanian untuk perubahan iklim serta implikasi kebijakan yang bisa digunakan untuk mereformulasi kebijakan penyuluhan pertanian dalam menghadapi tekanan perubahan iklim.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173041
      Collections
      • DT - Human Ecology [641]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository