| dc.description.abstract | Benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) mudah menurun mutu fisiologisnya selama proses penyimpanan akibat kandungan lemak dan protein yang tinggi. Evaluasi mutu benih konvensional membutuhkan waktu yang lama oleh karena itu dibutuhkan metode yang cepat dan non-destruktif dalam mengetahui mutu fisiologis benih. Laju respirasi CO2 berpotensi sebagai metode uji cepat dalam menduga mutu benih. Namun, penelitian sebelumnya menemukan korelasi yang beragam antara mutu benih dengan laju respirasi pada berbagai komoditas. Penggunaan Sensor NDIR CO2 memungkinkan pengukuran laju respirasi secara real-time, bersifat objektif, dan bersifat non-destruktif terhadap benih.
Penelitian terdiri dari dua percobaan. Percobaan 1 bertujuan untuk memperoleh berbagai lot benih kacang tanah dengan variasi mutu fisiologis pada varietas Kelinci dan Domba. Benih kacang tanah diberikan perlakuan pengusangan uap etanol dalam wadah vakum selama 0, 10, 20, 30, dan 40 menit. Benih yang telah diusangkan dilakukan pengujian mutu benih. Percobaan 2 bertujuan untuk mengukur laju respirasi selama 24 jam dengan interval 3 jam menggunakan sensor NDIR CO2. Hasil laju respirasi selanjutnya dikorelasikan dan dibuat persamaan regresi dengan mutu fisiologis yang diperoleh pada percobaan 1.
Percobaan 1 menunjukkan bahwa pengusangan uap etanol selama 20 menit sudah mampu menurunkan vigor benih dan pengusangan 30 menit menurunkan viabilitas benih. Berdasarkan metode pengusangan uap etanol diperoleh empat lot benih varietas Kelinci dan tiga lot benih varietas Domba. Percobaan 2 menunjukkan lot vigor rendah memiliki laju respirasi yang lebih tinggi secara konsisten selama 24 jam. Namun, lot vigor rendah menunjukkan penurunan laju respirasi yang lebih cepat. Laju respirasi berkorelasi signifikan negatif dengan mutu benih, terutama pada varietas Kelinci. Sementara pada varietas Domba, hanya berkorelasi pada peubah mutu fisiologis tertentu. Pengukuran laju respirasi 3 jam dapat digunakan dalam menduga viabilitas dan vigor benih yang ditunjukkan dari nilai R2 > 0,80 pada varietas Kelinci. | |