Morfometri Geometris Venasi Sayap Lebah tanpa Sengat (Hymenoptera: Apidae: Meliponinae)
Abstract
Lebah tanpa sengat (Meliponinae) adalah lebah eusosial yang termasuk dalam subfamili Apinae, yang dikenal sebagai penyerbuk utama. Lebah tanpa sengat tersebar di daerah tropis dan subtropis. Identifikasi morfologi lebah tanpa sengat sulit dilakukan karena adanya fenomena spesies kriptik. Metode identifikasi morfologi yang dapat digunakan meliputi metode morfometrika tradisional dan morfometrika geometris. Penelitian ini menggunakan metode morfometrika geometris dengan menggunakan titik koordinat sebanyak 9 titik landmark sebagai acuan anatomi. Sayap lebah tanpa sengat telah menjadi subjek penelitian morfometrika geometris karena terdapat titik koordinat pada setiap venasi sayap yang dapat menunjukkan variasi utama pada sumbu Relative Warps (RW).
Morfometrika geometris merupakan metode yang memiliki kemampuan yang lebih baik dan pendekatan yang menggambarkan bentuk menggunakan titik koordinat kartesius dan sudut berupa titik koordinat yang disebut dengan landmark. Studi ini bertujuan untuk menganalisis variasi venasi sayap lebah tanpa sengat menggunakan metode morfometrika geometris dari enam belas spesies lebah tanpa sengat di empat daerah di Indonesia.
Hasil menunjukkan bahwa variasi venasi sayap lebah tanpa sengat sangat beragam, dengan pelebaran dan penyempitan akibat tarikan ke dalam dan ke luar oleh titik-titik digitasi venasi sayap. Sayap tampak lebih besar pada genus Tetragonula dan Sundatrigona, dan tampak lebih kecil pada genus Heterotrigona, Genotrigona, dan Lepidotrigona. Analisis PCA (Principal Component Analysis) menunjukan persebaran tumpang tindih yaitu T. colinna, T. clypearis, dan S. moorei. Sementara itu, hasil analisis dendrogram unrooted Neighbor-Joining, percabangan dimulai dengan Heterotrigona, diikuti oleh Genotrigona, Lepidotriga, dan Tetragonula, serta cabang Sundatrigona yang merupakan keturunannya.
Berdasarkan hasil penelitian, metode morfometrika geometrik menggunakan landmark diketahui bahwa venasi sayap dapat memperlihatkan adanya perbedaan antar spesies lebah tanpa sengat dari empat daerah berbeda di Indonesia. Data penelitian ini diharapkan sumber data morfometrika geometris data untuk membantu proses identifikasi spesies lebah tanpa sengat yang memiliki kemiripan secara morfologi di Indonesia.

