Aplikasi Spektroradiometer untuk Pengamatan Kelas Umur Padi pada Beberapa Kultivar
Date
2020Author
Achmad, Alferdian
Munibah, Khursatul
Trisasongko, Bambang H
Metadata
Show full item recordAbstract
Beras merupakan bahan makanan pokok utama bagi sebagian besar (97%) masyarakat Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemantauan fase tumbuh padi menjadi salah satu faktor dalam menentukan perencanaan terkait ketersediaan beras. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk mengidentifikasi fase tumbuh/umur tanaman pada beberapa kultivar tanaman padi dengan menggunakan data spektral padi. Spektroradiometer digunakan untuk merekam iradians spektral dari rentang gelombang cahaya tampak (visible) sampai near-infrared (NIR) dengan menempatkan sensor pada perangkat portabel. Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik spektral reflektan kelas umur pada beberapa kultivar tanaman padi berbasis data spektroradiometer dan implikasinya terhadap kanal Landsat 8. Sampel diambil sebanyak 35 titik yang terdiri dari tiga kultivar berbeda (Inpari 32, Padjadjaran Agritan, dan Siliwangi Agritan) untuk melihat perbedaan respons spektral antarkultivar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menghitung data spektroradiometer menjadi nilai reflektan dan analisis deskriptif terhadap hubungan antara panjang gelombang spektroradiometer dengan nilai reflektan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketiga kultivar yang diamati, semuanya menunjukkan respons reflektan yang sama yaitu semakin tua umur padi, maka semakin rendah reflektan pada rentang gelombang cahaya tampak dan sebaliknya pada reflektan di rentang gelombang NIR semakin tinggi. Selain itu, berdasarkan pola reflektan yang didapat pada tiga kelas umur yaitu kelas umur 21 HST dan 56 HST menunjukkan perbedaan yang signifikan di mana reflektan gelombang NIR dapat membedakan ketiga kultivar berdasarkan visual pola reflektan. Sementara pada 14 HST, reflektan gelombang NIR Inpari 32 dan Padjadjaran Agritan saling berhimpitan sehingga sulit dibedakan. Implikasi spektral spektroradiometer dengan kanal Landsat 8 mampu memisahkan kombinasi kelas umur dan kultivar padi secara signifikan pada kanal Red dan NIR. Rice is the main staple food for the majority (97%) of Indonesians. Therefore, monitoring of the growth phase is one of the factors in determining planning related to rice availability. Remote sensing technology is employed to identify growth phase, age, or rice cultivar using spectral data. Spectroradiometer is designed to measures the spatial irradiance in the range from visible light to near-infrared (NIR) by placing sensor on portable device. This study aims to analyze the spectral variability of several rice cultivars based on spectroradiometer data and its implications for Landsat 8 spectra. There are 35 samples consist of three different cultivars (Inpari 32, Padjadjaran Agritan, and Siliwangi Agritan) to see the difference in spectral responses. The method used in this study is to transform the spectroradiometer data into reflectance values and descriptive analysis of the relationship between spectroradiometer wavelength and the reflectance value. In the three cultivars observed, all showed the same reflectance response, i.e. the older the rice, the lower the reflectance in the visible wavebands, while high NIR reflectance was maintained. In addition, based on reflectance patterns obtained in the three age classes, age classes 21 and 56 DAS showed clearest differences where the red edge and reflectance of NIR waves could distinguish the three cultivars based on visual reflectance pattern. Meanwhile, at 14 DAS, the reflectance of NIR waves on Inpari 32 and Padjadjaran Agritan coincided with each other, making it difficult to distinguish. The spectral implication of the spectroradiometer with Landsat 8 is able to separate the combination of age class and rice cultivar in Red and NIR wavebands.

