IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Model Pengembangan Rantai Nilai Global Karet Alam Indonesia: Pendekatan Sistem Dinamik

      Thumbnail
      Date
      2026
      Author
      AGUSTINA, DWI SHINTA
      Nurmalina, Rita
      Fariyanti, Anna
      Burhanuddin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengembangan rantai nilai karet alam Indonesia masih dihadapkan pada berbagai permasalahan mulai dari rendahnya produktivitas kebun karet, posisi tawar petani yang lemah, rendahnya harga karet yang diterima petani, serta kurangnya keterkaitan sektor hulu dan sektor hilir sehingga nilai tambah yang diperoleh masih rendah. Penelitian mengenai peningkatan kinerja rantai nilai karet pada umumnya dianalisis secara deskriptif, bersifat parsial, dan hanya mencakup pada satu waktu tertentu yang biasanya bersifat statis sehingga belum mampu menjelaskan dinamika jangka panjang di dalam rantai nilai global karet alam. Oleh sebab itu, diperlukan suatu studi yang dapat memotret perilaku, interaksi, dan dinamika di dalam rantai nilai secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan (mapping) rantai nilai global karet alam Indonesia; (2) menganalisis tata kelola (governance) rantai nilai global karet alam di Indonesia; (3) menganalisis posisi dan partisipasi industri karet alam Indonesia dalam rantai nilai global karet; dan (4) menganalisis strategi upgrading rantai nilai global karet alam Indonesia. Kebaruan dari penelitian yaitu (a) mengintegrasikan konsep rantai nilai global dengan pendekatan sistem sehingga dapat memotret dinamika sistem secara holistik; (b) analisis rantai nilai global dilakukan secara keseluruhan mulai dari pemetaan aktor, aktivitas, aliran produk, nilai tambah, cakupan geografis, dan tata kelola; (c) penelitian ini tidak hanya memotret rantai nilai karet dalam lingkup regional tetapi juga menganalisis partisipasi dan posisi industri karet Indonesia dalam cakupan global; serta (d) penelitian ini menghasilkan rekomendasi kebijakan upgrading karet yang dianalisis secara kuantitatif menggunakan pendekatan sistem dinamik mulai dari subsistem produksi, subsistem pengolahan, dan subsistem perdagangan. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan focus group discussion (FGD) di dua provinsi sentra karet di Indonesia yaitu Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari 236 aktor rantai nilai yang meliputi 201 orang petani, 8 orang pedagang perantara skala kecil, 12 orang pedagang perantara skala besar, 9 orang pengurus Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB), dan 6 orang perwakilan pabrik. Selanjutnya, data sekunder diperoleh dari berbagai publikasi yang relevan dengan kegiatan penelitian ini seperti publikasi ilmiah hasil penelitian terdahulu, data statistik, dokumen, dan laporan serta sumber lainnya. Analisis pemetaan rantai nilai dilakukan dengan analisis deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan pendekatan making market work better for the poor (M4P). Analisis tata kelola menggunakan skala Likert berdasarkan pendekatan Gereffi yang mencakup lima tipe tata kelola yaitu market, modular, relational, captive, dan hierarchy. Analisis posisi dan partisipasi industri karet Indonesia dalam rantai nilai global menggunakan data MRIO (Multi Regional Input-Output) dari ADB (Asian Development Bank) tahun 2015 dan 2022 dari 35 negara. Selanjutnya, model strategi peningkatan menggunakan pendekatan sistem dinamik dianalisis melalui beberapa tahapan penelitian termasuk artikulasi masalah, identifikasi sistem, perumusan model simulasi, validasi model, analisis sensitivitas, simulasi model serta evaluasi kebijakan. Pemodelan sistem dinamik dianalisis menggunakan Powersim Studio Academic (versi 10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai nilai global karet alam Indonesia terdiri dari lima aktivitas utama yaitu produksi, pasca panen dan pengolahan awal, pemasaran, pengolahan lanjutan, dan perdagangan yang melibatkan beragam aktor seperti petani skala kecil, UPPB/pasar lelang, pengumpul, pabrik karet remah, eksportir, dan konsumen akhir. Setiap pelaku di sepanjang rantai nilai memiliki aktivitas yang berbeda yang memberikan nilai tambah dan membedakan produk karet alam. Tipe tata kelola rantai nilai karet alam dikategorikan sebagai tata kelola modular dengan kompleksitas informasi tinggi, kodifikasi informasi tinggi, dan kapabilitas pemasok tinggi. Rantai nilai ini menunjukkan cakupan geografis North- South, yaitu produsen karet sebagian besar berada di bumi bagian selatan dan konsumen karet alam sebagian besar berada di bumi bagian utara. Hasil analisis partisipasi Indonesia di dalam rantai nilai global karet alam dunia menunjukkan bahwa partisipasi industri karet Indonesia di pasar karet global pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015. Pada tahun 2015 Indonesia berada pada peringkat 32 sedangkan pada tahun 2022 berada pada peringkat 28. Secara keseluruhan, nilai partisipasi ke belakang (backward participation) Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan nilai partisipasi ke depan (forward participation). Hasil analisis menunjukkan bahwa industri karet Indonesia paling banyak menggunakan input dari negara Cina, Jepang, Singapura, Korea, Thailand, India, dan Malaysia. Selanjutnya, negara yang paling banyak menggunakan hasil karet Indonesia adalah negara Amerika, Jepang, Korea, Cina, Jerman, dan India. Di sisi lain, posisi industri karet Indonesia di pasar karet global mengalami penurunan, yang semula berada pada kuadran II pada tahun 2015, bergeser menjadi kuadran IV pada tahun 2022. Posisi Indonesia di kuadran IV ini menunjukkan bahwa industri karet Indonesia memiliki keterkaitan ke depan dan ke belakang di bawah rata-rata dunia. Penggunaan input yang kurang dari sisi backward linkage memengaruhi kemampuan ekspor Indonesia dari sisi forward linkage sehingga baik dari sisi input dan output mengalami pelemahan. Hasil analisis sistem dinamik pada kondisi basis menunjukkan bahwa target produksi karet alam sebesar 4,4 juta ton serta target volume ekspor sebesar 4,27 juta ton pada tahun 2045 tidak tercapai. Rendahnya produktivitas, pertumbuhan produksi yang lambat, luas areal yang terus berkurang, serta fluktuasi harga global menjadi kendala utama dalam pengembangan rantai nilai global karet alam Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan strategi terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan pasokan, dan kesejahteraan petani guna memperkuat kinerja ekspor karet Indonesia. Upaya peningkatan kinerja rantai nilai global karet alam Indonesia dilakukan melalui perumusan dan pengujian enam skenario kebijakan berupa empat skenario tunggal dan dua skenario gabungan. Empat skenario tunggal meliputi upgrading proses melalui peningkatan produktivitas dan luas areal (skenario 1), upgrading produk melalui peningkatan mutu produk (skenario 2), upgrading fungsi melalui peningkatan teknologi pengolahan lateks (skenario 3), dan upgrading rantai melalui perubahan saluran rantai (skenario 4). Hasil analisis menunjukkan bahwa skenario 6, yang mengintegrasikan seluruh bentuk kebijakan upgrading yang dilakukan secara bersamaan, merupakan strategi yang paling efektif dalam mendorong pengembangan rantai nilai global karet alam Indonesia. Implementasi skenario ini meliputi peningkatan produktivitas kebun, perluasan areal tanam, perbaikan mutu bahan olah karet, adopsi teknologi pengolahan yang lebih maju, serta optimalisasi pemilihan rantai pemasaran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario terintegrasi tersebut mampu menghasilkan capaian tertinggi pada indikator produksi karet alam, pendapatan petani, serta kinerja ekspor, baik dari sisi volume maupun nilai, pada akhir periode analisis. Dibandingkan dengan jenis upgrading lainnya, perbaikan pada aspek proses, khususnya peningkatan produktivitas dan perluasan areal, memberikan pengaruh yang lebih besar pada kondisi awal. Analisis sensitivitas lebih lanjut mengindikasikan bahwa produktivitas kebun dan luas areal tanam merupakan faktor paling menentukan dalam pencapaian target ekspor karet alam Indonesia, yang kemudian diikuti oleh peningkatan mutu produk dan peningkatan teknologi pengolahan. Rumusan kebijakan untuk pengembangan rantai nilai global karet alam perlu dilakukan secara menyeluruh di sepanjang rantai nilai, mulai dari sektor hulu hingga sektor hilir. Hal ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat partisipasi dan posisi Indonesia di dalam rantai nilai global karet alam. Kebijakan di sektor hulu meliputi peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, dan perbaikan mutu bahan olah karet merupakan strategi yang dapat diambil untuk menjamin keberlanjutan pasokan dan daya saing karet alam di pasar global. Selanjutnya, pada sektor hilir, penguatan kapasitas pengolahan, inovasi barang jadi karet, serta strategi pemasaran yang lebih terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan posisi tawar karet Indonesia di pasar global.
       
      The development of the Indonesian natural rubber value chain is still faced with various problems ranging from low productivity of rubber plantations, weak bargaining position of farmers, low prices of rubber received by farmers, and the lack of linkage between upstream and downstream sectors so that the added value obtained is still low. Research on improving the performance of the rubber value chain is still partial so that a study is needed that can comprehensively capture the behavior, interactions, and dynamics within the value chain. This study aims to: (1) map the global value chain of Indonesian natural rubber; (2) analyze the governance of the global value chain of natural rubber in Indonesia; (3) analyze the position and participation of the Indonesian natural rubber industry in the global value chain of rubber; and (4) analyze the upgrading strategy of the global value chain of Indonesian natural rubber. The novelty of this study is (a) integrating the concept of the global value chain with a systems approach so that it can capture the dynamics of the system holistically; (b) the analysis of the global value chain is carried out as a whole starting from mapping actors, activities, product flows, added value, geographic scope, and governance; (c) this study not only captures the rubber value chain in the regional scope but also analyzes the participation and position of the Indonesian rubber industry in the global scope; and (d) this research produces recommendations for rubber upgrading policies which are analyzed quantitatively using a dynamic systems approach starting from the production subsystem, processing subsystem, and trade subsystem. The research was conducted using survey and focus group discussion (FGD) methods in two rubber-producing provinces in Indonesia, namely South Sumatra and Jambi. The data used in this study include primary and secondary data. Primary data were collected from 236 value chain actors, including 201 farmers, 8 smallscale intermediary traders, 12 large-scale intermediary traders, 9 UPPB administrators, and 6 factory representatives. Furthermore, secondary data were obtained from various publications relevant to this research activity, such as scientific publications of previous research results, statistical data, documents, and reports, and other sources. Value chain mapping analysis was conducted using qualitative and quantitative descriptive analysis using the M4P approach. Governance analysis used a Likert scale based on the Gereffi approach, which includes five types of governance: market, modular, relational, captive, and hierarchy. Analysis of the position and participation of the Indonesian rubber industry in the global value chain used MRIO (Multi Regional Input-Output) data from the ADB in 2015 and 2022 from 35 countries. Furthermore, the improvement strategy model using a dynamic systems approach was analyzed through several research stages, including problem articulation, system identification, simulation model formulation, model validation, sensitivity analysis, model simulation, and policy evaluation. The dynamic systems modeling was analyzed using Powersim Studio Academic (version 10). The research results show that the Indonesian global natural rubber value chain consists of five main activities, namely production, post-harvest and initial processing, marketing, further processing, and trade, involving various actors such as small-scale farmers, UPPB/auction markets, collectors, crumb rubber factories, exporters, and end consumers. Each actor along the chain has different value activities that add value and differentiate natural rubber products. The natural rubber value chain governance type is categorized as modular governance with high information complexity, high information codification, and high supplier capabilities. This value chain demonstrates a North-South geographic location, with rubber producers predominantly located in the southern hemisphere and natural rubber consumers predominantly in the northern hemisphere. The analysis of Indonesia's participation in the global natural rubber value chain shows that the participation of the Indonesian rubber industry in the global rubber market in 2022 has increased compared to 2015. In 2015, Indonesia was ranked 32nd, while in 2022 it was ranked 28th. Overall, Indonesia's backward participation value is higher than its forward participation value. The analysis shows that the Indonesian rubber industry uses the most inputs from China, Japan, Singapore, Korea, Thailand, India, and Malaysia. In addition, the countries that use the most Indonesian rubber products are the United States, Japan, Korea, China, Germany, and India. On the other hand, the position of the Indonesian rubber industry in the global rubber market has decreased, from being in quadrant II in 2015, shifting to quadrant IV in 2022. Indonesia's position in quadrant IV indicates that the Indonesian rubber industry has forward and backward linkages below the world average. Insufficient use of inputs from the backward linkage side effects Indonesia's export capabilities from the forward linkage side so that both the input and output sides experience weakness. A dynamic system analysis under baseline conditions indicates that the natural rubber production target of 4.4 million tons and the export volume target of 4.27 million tons by 2045 will not be achieved. Low productivity, slow production growth, continuously decreasing planted area, and global price fluctuations are the main obstacles in the development of the Indonesian natural rubber global value chain. Therefore, an integrated strategy is needed to increase productivity, supply sustainability, and farmer welfare to strengthen Indonesia's rubber export performance. Efforts to improve the performance of the Indonesian natural rubber global value chain are carried out through the formulation and testing of six policy scenarios: four single scenarios and two combined scenarios. The four single scenarios include process upgrading through increased productivity and area (scenario 1), product upgrading through improved product quality (scenario 2), functional upgrading through improved latex processing technology (scenario 3), and chain upgrading through changes in chain channels (scenario 4). The analysis results indicate that scenario 6, which integrates all forms of upgrading policies implemented simultaneously, is the most effective strategy in encouraging the development of the Indonesian natural rubber global value chain. The implementation of this scenario includes increasing plantation productivity, expanding planted areas, improving the quality of rubber raw materials, adopting more advanced processing technologies, and optimizing the marketing chain. Simulation results indicate that this integrated scenario is capable of producing the highest achievements in natural rubber production indicators, farmer income, and export performance, both in terms of volume and value, at the end of the analysis period. Compared with other types of upgrading, improvements in process aspects, particularly productivity increases and area expansion, have a greater impact on initial conditions. Further sensitivity analysis indicates that plantation productivity and planted area are the most determining factors in achieving Indonesia's natural rubber export target, followed by improvements in product quality and the improvement of processing technology. Policy formulation for the development of the global natural rubber value chain needs to be comprehensive, spanning the entire value chain, from upstream to downstream. This not only has the potential to increase the income of farmers and business actors but also strengthen Indonesia's participation and position within the global natural rubber value chain. Upstream policies, including increasing productivity, expanding planting areas, and improving the quality of processed rubber materials, are strategies that can be adopted to ensure the sustainability of natural rubber supply and competitiveness in the global market. Furthermore, in the downstream sector, strengthening processing capacity, innovation in finished rubber products, and a more integrated marketing strategy are needed to increase the added value and bargaining position of Indonesian rubber in the global market.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172875
      Collections
      • DT - Economic and Management [514]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository