Akses Kredit Terhadap Efisiensi dan Pendapatan Usahatani Padi di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten
Date
2026Author
Kartika, Sri Ajeng
Anggraeni, Lukytawati
Hadianto, Adi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan meningkatnya permintaan pangan, sehingga komoditas padi (Oryza sativa L.) memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Meskipun produktivitas padi di Indonesia cenderung meningkat, luas panen dan volume produksi menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada efisiensi penggunaan input produksi. Namun, petani masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, tingginya harga input, serta akses teknologi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh skala usaha terhadap efisiensi produksi usahatani padi serta mengkaji dampak akses kredit terhadap efisiensi teknis dan pendapatan petani di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Penelitian dilakukan di Kecamatan Panimbang pada Agustus–September 2025 menggunakan data cross-section satu musim tanam (MT I November 2024–April 2025) dengan sampel 130 petani yang dipilih melalui teknik multistage random sampling, terdiri atas 65 petani kredit dan 65 petani nonkredit. Analisis dilakukan menggunakan Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengestimasi efisiensi teknis, regresi Tobit untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi, serta Propensity Score Matching (PSM) untuk menganalisis dampak kausal akses kredit terhadap efisiensi teknis dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi berada pada kondisi Increasing Returns to Scale (IRTS), yang menunjukkan bahwa peningkatan input secara proporsional akan meningkatkan output dalam proporsi yang lebih besar. Rata-rata efisiensi teknis petani kredit (0,977) lebih tinggi dibandingkan petani nonkredit (0,952). Akses kredit dan keanggotaan kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi teknis pada taraf nyata 1%, sedangkan usia berpengaruh signifikan pada taraf 5%. Selain itu, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, dan status kepemilikan lahan berpengaruh signifikan pada taraf 10%. Dari sisi ekonomi, pendapatan petani kredit mencapai Rp10,23 juta per musim tanam pada luas lahan rata-rata 0,94 ha, lebih tinggi dibandingkan petani nonkredit sebesar Rp5,86 juta pada luas lahan 0,83 ha. Hasil estimasi PSM menunjukkan bahwa akses kredit memberikan dampak positif dan signifikan terhadap efisiensi teknis dan pendapatan petani, dengan peningkatan efisiensi teknis berkisar antara 0,0025–0,0312 dan peningkatan pendapatan antara Rp2.041.958–Rp2.818.706 per musim tanam. Temuan ini menunjukkan bahwa akses kredit berperan dalam meningkatkan efisiensi produksi dan pendapatan petani, sehingga perluasan akses pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, serta peningkatan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan penyuluhan pertanian diperlukan untuk mendukung keberlanjutan usahatani padi.
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
