Show simple item record

dc.contributor.authorKhomsan, Ali
dc.contributor.authorTanziha, Ikeu
dc.contributor.authorRiyadi, Hadi
dc.contributor.authorHayati, Aslis Wirda
dc.contributor.authorPurwaningtyas, Desiani Rizki
dc.contributor.authorPicauly, Intje
dc.contributor.authorPerdana, Fachruddin
dc.contributor.authorAdha, As Syaffa Amalia
dc.contributor.authorPriyatnasari, Nabila Sukma
dc.date.accessioned2026-03-10T03:56:26Z
dc.date.available2026-03-10T03:56:26Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172832
dc.description.abstractPenurunan stunting masih belum memenuhi target pembangunan nasional. Saat ini prevalensi stunting balita masih di angka 19,8%. Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Salah satu intervensi pemerintah adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi efektivitasnya selama ini hanya dinilai melalui pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer yang memerlukan waktu 3–12 bulan untuk menunjukkan perubahan, sehingga deteksi dini anak stunting sering terlambat. Penelitian ini bertujuan menilai potensi Rapid Diagnostic Test for urinary pyridinium crosslinks (RDT Pyd) sebagai metode skrining dan evaluasi cepat untuk memantau keberhasilan MBG. RDT Pyd memungkinkan penilaian efektivitas intervensi dalam waktu sekitar satu bulan, sehingga diharapkan mampu mempercepat identifikasi dan pencegahan stunting secara dini. Penelitian dilakukan di Provinsi Banten yaitu di Kabupaten Serang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Kupang. Subjek penelitian adalah anak balita usia 2–5 tahun dari posyandu. Desain penelitian melibatkan empat kelompok intervensi dengan empat kelompok perlakuan. Jumlah responden per provinsi adalah maksimal 200 anak balita. Data yang dikumpulkan meliputi z-score tinggi badan menurut umur dan kadar pyridinium crosslinks dalam urin sebagai indikator pertumbuhan linier dan metabolisme tulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program MBG dengan berbagai variasi (MBG original, MBG kaya kalsium, MBG original + susu 2 kali per minggu, MBG original + susu 5 kali per minggu) terhadap perubahan prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya di Kabupaten Kupang-NTT dan Kabupaten Serang-Banten. Temuan ini diharapkan memberikan informasi tentang manfaat MBG dengan modifikasi menu kaya kalsium terhadap status gizi dan selain itu hasil penelitian dapat digunakan untuk penyusunan policy brief guna perbaikan Program MBG. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosial ekonomi, pangan, dan gizi di Kabupaten Serang dan Kabupaten Kupang berbeda. Rumah tangga di Kupang berada pada tingkat ekonomi yang lebih rendah, tingkat kerawanan pangan yang lebih tinggi, serta tingkat kecukupan energi dan zat gizi yang lebih rendah. Permasalahan gizi seperti stunting, wasting, dan underweight di Kupang lebih tinggi dibandingkan Serang. Namun, Kupang memiliki tingkat kepatuhan terhadap konsumsi MBG yang lebih baik dibandingkan Serang. Intervensi MBG memberikan perubahan yang signifikan pada beberapa indikator seperti status gizi berdasarkan antropometri, kekuatan otot, frekuensi dan durasi sakit beberapa penyakit infeksi, serta peningkatan tingkat kecukupan kalsium. Prevalensi stunting dan underweight setelah intervensi lebih rendah dibandingkan sebelum intervensi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherDepartemen Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB Universityid
dc.titleKajian Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Penurunan Stuntingid
dc.typeTechnical Reportid
dc.subject.keywordStuntingid
dc.subject.keywordProgram Makan Bergizi (MBG)id
dc.subject.keywordRapid Diagnostic Test (RDT Pyd)id
dc.subject.keywordAnak balitaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record