Kajian Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Penurunan Stunting
View/ Open
Date
2026Author
Khomsan, Ali
Tanziha, Ikeu
Riyadi, Hadi
Hayati, Aslis Wirda
Purwaningtyas, Desiani Rizki
Picauly, Intje
Perdana, Fachruddin
Adha, As Syaffa Amalia
Priyatnasari, Nabila Sukma
Metadata
Show full item recordAbstract
Penurunan stunting masih belum memenuhi target pembangunan nasional.
Saat ini prevalensi stunting balita masih di angka 19,8%. Stunting tidak hanya
memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Salah
satu intervensi pemerintah adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi
efektivitasnya selama ini hanya dinilai melalui pengukuran tinggi badan
menggunakan stadiometer yang memerlukan waktu 3–12 bulan untuk
menunjukkan perubahan, sehingga deteksi dini anak stunting sering terlambat.
Penelitian ini bertujuan menilai potensi Rapid Diagnostic Test for urinary
pyridinium crosslinks (RDT Pyd) sebagai metode skrining dan evaluasi cepat untuk
memantau keberhasilan MBG. RDT Pyd memungkinkan penilaian efektivitas
intervensi dalam waktu sekitar satu bulan, sehingga diharapkan mampu
mempercepat identifikasi dan pencegahan stunting secara dini.
Penelitian dilakukan di Provinsi Banten yaitu di Kabupaten Serang dan
Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Kupang. Subjek penelitian adalah
anak balita usia 2–5 tahun dari posyandu. Desain penelitian melibatkan empat
kelompok intervensi dengan empat kelompok perlakuan. Jumlah responden per
provinsi adalah maksimal 200 anak balita. Data yang dikumpulkan meliputi z-score
tinggi badan menurut umur dan kadar pyridinium crosslinks dalam urin sebagai
indikator pertumbuhan linier dan metabolisme tulang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program MBG
dengan berbagai variasi (MBG original, MBG kaya kalsium, MBG original + susu
2 kali per minggu, MBG original + susu 5 kali per minggu) terhadap perubahan
prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya di Kabupaten Kupang-NTT dan
Kabupaten Serang-Banten. Temuan ini diharapkan memberikan informasi tentang
manfaat MBG dengan modifikasi menu kaya kalsium terhadap status gizi dan selain
itu hasil penelitian dapat digunakan untuk penyusunan policy brief guna perbaikan
Program MBG.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosial ekonomi, pangan, dan gizi
di Kabupaten Serang dan Kabupaten Kupang berbeda. Rumah tangga di Kupang
berada pada tingkat ekonomi yang lebih rendah, tingkat kerawanan pangan yang
lebih tinggi, serta tingkat kecukupan energi dan zat gizi yang lebih rendah.
Permasalahan gizi seperti stunting, wasting, dan underweight di Kupang lebih
tinggi dibandingkan Serang. Namun, Kupang memiliki tingkat kepatuhan terhadap
konsumsi MBG yang lebih baik dibandingkan Serang.
Intervensi MBG memberikan perubahan yang signifikan pada beberapa
indikator seperti status gizi berdasarkan antropometri, kekuatan otot, frekuensi dan
durasi sakit beberapa penyakit infeksi, serta peningkatan tingkat kecukupan
kalsium. Prevalensi stunting dan underweight setelah intervensi lebih rendah
dibandingkan sebelum intervensi.
Collections
- Research Report [260]
