Analisis Indeks dan Tren Curah Hujan Secara Spasial dan Temporal di Pulau Jawa
View/ Open
Date
2011Author
Setyani, Pudji
Pawitan, Hidavat
Aldrian, Edvin B
Metadata
Show full item recordAbstract
Analisis curah hujan dilakukan berdasarkan panjang data pengamatan 48 tahun dari tahun 1961 - 2008 di 229 stasiun/pos hujan di pulau Jawa. Analisis ditujukan untuk mendapatkan indeks curah hujan dan mengkaji tren curah hujan secara spasial dan temporal di pulau Jawa. Pulau Jawa ditandai dengan perkembangan jumlah penduduk yang cepat, tingginya aktivitas bidang pertanian, industri dan sumber energi berbasis hidrologi sehingga diperlukan penataan dan manajemen tata lingkungan yang baik. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan informasi mengenai perubahan iklim terutama perubahan curah hujan secara spasial dan temporal. Dalam penelitian ini menggunakan metode Mann-Kendall untuk mengetahui tingkat kecenderungan curah hujan. Hal ini terkait dengan perubahan iklim, apakah perubahan iklim teridentifikasi dari perubahan distribusi dan tren curah hujan di Indonesia. Selain itu, diharapkan dapat diketahui bagaimana hubungan antara curah hujan dan fenomena osilasi ataupun monsoon di pulau Jawa. Beberapa hal tersebut menjadi tujuan analisis curah hujan di pulau Jawa yang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi wilayah di Jawa yang berpotensi memiliki iklim yang ekstrim, dimana wilayah tersebut rentan terhadap bahaya banjir di musim hujan dan bahaya kekeringan di musim kemarau, sehingga mempermudah dalam melakukan usaha antisipasi sebelum bencana tersebut terjadi.
Dari 229 stasiun/pos hujan di wilayah pulau Jawa dan Madura, diperoleh data curah hujan bulanan pada masing-masing stasiun/pos hujan. Dari masing-masing stasiun/pos hujan dicari rata-rata bulanannya dan indeksnya atau indeks Jawa. Selain itu terdapat pembagian 3 (tiga) bulanan selama satu tahun disesuaikan dengan adanya musim di Indonesia. DJF (Desember, Januari, Februari) untuk musim hujan, MAM (Maret, April, Mei) musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, JJA (Juni, Juli, Agustus) untuk musim kemarau dan SON (September, Oktober, Nopember) musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
Dari masing-masing pengelompokan musim dicari rata-rata tahunannya dan rata-rata musimannya, kemudian dihitung indeks dari nilai tersebut. Pada penelitian untuk musimannya dilakukan pada bulan-bulan basah (DJF) dan pada bulan-bulan kering (JJA), yang terbagi dalam 10 tahunan, 20 tahunan dan 30 tahunan. Selanjutnya melakukan uji tren data curah hujan dengan menggunakan metode Mann-Kendall dari data tiap-tiap stasiun/pos hujan.
Secara keseluruhan pulau Jawa mengalami musim hujan pada bulan Desember hingga Mei, dengan diawali pada sebagian besar wilayah Jawa bagian barat pada bulan Oktober, khususnya untuk wilayah dataran tinggi, sedangkan wilayah pesisir atau pantai mengalami awal musim hujan yang paling akhir. Berikutnya awal musim hujan akan diikuti ke wilayah tengah pada bulan berikutnya hingga akhirnya ke bagian timur. Periode musim kemarau adalah bulan Juni hingga ...
