Strategi Pengembangan UMKM Sektor Makanan dan Minuman pada Pasar Modern di Kabupaten Bogor
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Bogor, UMKM sektor makanan dan minuman merupakan salah satu subsektor yang berkontribusi penting terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), terutama melalui peningkatan konsumsi rumah tangga. Namun, pengembangan UMKM sektor ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas manajerial, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, kualitas kemasan yang belum memenuhi standar pasar modern, serta belum optimalnya pemenuhan aspek legalitas usaha. Kondisi tersebut menjadi hambatan utama bagi UMKM sektor makanan dan minuman dalam memasuki pasar modern dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan dengan ritel modern.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk: 1) Mengidentifikasi kondisi UMKM sektor makanan dan minuman pada pasar modern di Kabupaten Bogor, 2) Menganalisis faktor-faktor apa saja yang menghambat UMKM sektor makanan dan minuman untuk menebus ke pasar modern di Kabupaten Bogor, dan 3) Merumuskan strategi pengembangan UMKM sektor makanan dan minuman pada pasar modern di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada narasumber ahli serta pelaku UMKM sektor makanan dan minuman, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data sekunder didapatkan dari informasi yang dipublikasikan oleh instansi terkait, serta kajian pustaka dan dokumen yang relevan. Untuk menganalisis data, menggunakan metode analisis deskriptif, matriks IFE, EFE dan IE, Analisis SWOT, serta Analisis QSPM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM sektor makanan dan minuman di Kabupaten Bogor berada pada kuadran V (hold and maintain) dalam matriks IE, dengan skor faktor internal sebesar 2,91 dan skor faktor eksternal sebesar 2,97. Posisi ini mengindikasikan bahwa peluang eksternal relatif mendukung, namun kapasitas internal UMKM sektor makanan dan minuman masih perlu diperkuat agar mampu memanfaatkan peluang pasar modern secara optimal. 12 alternatif strategi SWOT yang menjadi 3 strategi utama, yaitu: 1) Strategi pengembangan produk melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing produk, 2) Strategi pengembangan pasar, dengan memperluas jangkauan pemasaran melalui kemitraan dengan pasar modern, dan 3) Strategi penetrasi pasar, dengan memperkuat posisi produk pada pasar yang telah ada melalui promosi yang lebih intensif. Strategi terbaik berdasarkan analisis QSPM adalah peningkatan kualitas kemasan dan pemenuhan legalitas produk melalui program pendampingan, dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6,98. Strategi tersebut, paling efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM sektor makanan dan minuman sehingga mampu memasuki dan bertahan secara berkelanjutan di pasar modern.
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
