Estimasi Produktivitas Tanaman Teh (Camellia assamica L.) pada Tanah Vulkanik Menggunakan Pendekatan Nilai Spektral dan Indeks Tanaman
Date
2026Author
Gani, Rachmat Abdul
Mulyanto, Budi
Trisasongko, Bambang Hendro
Sukarman
Metadata
Show full item recordAbstract
Penurunan produksi teh akan menjadi tantangan di masa depan dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas teh yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk memperkirakan produksi dan produktivitas tanaman teh secara cepat, akurat, dan efisien melalui pendekatan spektroskopi. Pendekatan ini meliputi penggunaan sensor multispektral pada wahana tanpa awak (drone) dan sensor hiperspektral pada spektroradiometer dengan mensinergiskannya serta mengaitkannya dengan karakteristik tanah perkebunan teh.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai spektral menggunakan sensor hiperspektral spektroradiometer (HHS2), sensor drone multispektral (mUAV), dan sensor multispektral Sentinel?2A Level 2A (S2A) pada beberapa kondisi kesehatan tanaman teh dan mengestimasi produktivitas tanaman teh berdasarkan nilai indeks tanaman yang diperoleh. Tujuan lainnya yaitu menganalisis karakteristik tanah vulkanik dan melihat hubungannya dengan produktivitas. Tiga kondisi kesehatan tanaman teh yang dikaji dalam penelitian ini adalah tanaman teh sehat (HT), tanaman teh peremajaan (RT), dan tanaman teh tidak sehat (UHT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sensor HHS2 dengan sensor mUAV adalah yang terbaik dibandingkan sensor HHS2 dengan sensor S2A. Sensor HHS2 mendapatkan nilai spektral tertinggi, diikuti oleh sensor mUAV dan sensor S2A. Pergeseran nilai spektral kondisi kesehatan tanaman teh terlihat pada band Green, band Red?Edge, dan band Near Infra?Red (NIR). Panjang gelombang NIR terbukti sebagai spektrum paling menjanjikan untuk membedakan kategori kondisi kesehatan tanaman teh. Sensor HHS2 responsif terhadap pergeseran kondisi kesehatan tanaman teh dimulai dari panjang gelombang band Green, band Red?Edge dan semakin responsif pada panjang gelombang band NIR. Sensor mUAV responsif dimulai dari panjang gelombang band Red?Edge dan band NIR, sementara itu sensor S2A terlihat responsif pada panjang gelombang band NIR.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa beberapa indeks tanaman kurang sensitif terhadap perubahan kondisi kesehatan tanaman teh. Indeks tanaman Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) menunjukkan variabilitas yang lebih besar dan sensitivitas yang baik terhadap perbedaan kondisi kesehatan tanaman teh. Oleh karena itu, NDVI dapat dimanfaatkan sebagai model untuk mengestimasi produktivitas tanaman teh dalam penelitian ini.
Hasil analisis tanah dan uji statistik melalui korelasi Pearson’s menghasilkan hubungan positif lemah antara estimasi produktivitas tanaman teh dan sifat tanah yang ditemukan. pada tanah Andisol di wilayah penelitian memiliki sifat-sifat tanah yang relatif seragam, sehingga hanya berkontribusi kecil terhadap variabilitas produksi tanaman teh. Kesehatan tanaman teh di lokasi penelitian mungkin disebabkan oleh faktor lainnya, seperti faktor fisiologis tanaman dan iklim mikro setempat serta pengelolaan perkebunan teh seperti pemupukan. Hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut melalui analisis jaringan tanaman teh dalam penelitian selanjutnya untuk menjawab pertanyaan ini.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
